kalangan LSM setempat. Pasalnya, proyek gedung dengan dua lokal ruang perawatan
dan satu lokal ruang perawat jaga yang didanai APBD 2014 sebesar Rp 605.775.000,-
yang digarap CV. Dua Permata sudah rampung namun tak kunjung difungsikan.
lantaran belum ada penyerahan dari dinas kesehatan setempat ke penanggungjawab
puskesmas.
kondisi bangunan. Beberapa bagian gedung mulai mengalami kerusakan. Seperti di
bagian plafon atap bangunan yang mulai retak. Selain itu, warna cat tembok
mulai tampak pudar.
telah dibongkar.
di Puskesmas Trowulan harus rela menempati tempat seadanya yang ada.
semuanya dari pihak Dinas Kesehatan. kita hanya tahu, kalau gedung yang lama
dirobohkan dan diganti dengan gedung yang baru. Kita tidak terlibat sama sekali
tentang pelaksanaan pembangunan nya,” ujar dr. H. Mustakim. Kepala
Puskesmas Trowulan.
Trowulan, Mustakim mengaku tidak tahu sama sekali.
dari gedung yang lama. Bahkan, soal material bongkaran dari gedung yang lama
saya juga tidak tahu. Yang jelas disini sudah tidak ada sisa material bongkaran
dari gedung yang lama, baik itu berupa kayu, genting ataupun yang lain
nya,” jelasnya.
ditanyakan ke dinas kesehatan setempat lantaran menjadi bagian dari proses
penghapusan aset daerah. “Sisa material gedung lama sudah saya tanyakan, tapi
sampai saat ini belum ada jawaban,” kilahnya.
Nepotisme (MPPKKN) Mojokerto mensinyalir terjadi pelanggaran dalam pembangunan
proyek puskesmas tersebut.
aset atau inventaris milik pemerintah ada aturan penghapusannya. Selain itu,
dalam pembangunan gedung baru. juga harus memiliki ijin mendirikan bangunan (IMB).
Kalau semua itu tidak ada, sudah sangat jelas telah terjadi pelanggaran,”
jelas Khusnul Ali Ketua MPPKKN.
pemerintah telah dihilangkan dan tidak jelas proses penghapusannya atau tiba-tiba
dihilangkan dan tidak ada pertanggungjawabannya, sudah sangat jelas terjadi
kerugian negara. Pasalnya aset atau inventaris milik pemerintah merupakan salah
satu kekayaan negara,” tandas Ali. (bir)




