Friday, October 9, 2026
spot_img
HomePendidikanSMK-MAN 8 Jombang, Sekolah Berbasis Keislaman dan Kejuruan

SMK-MAN 8 Jombang, Sekolah Berbasis Keislaman dan Kejuruan

Jombang-(satujurnal.com)
Tak seperti madrasah aliyah pada umumnya, MAN 8 Jombang tampil beda. Di bawah nama resminya yang kini menjadi SMK-MAN 8 Jombang, sekolah ini memadukan kurikulum madrasah dengan pendidikan kejuruan ala SMK.

Langkah ini menjadikan MAN 8 Jombang satu-satunya madrasah aliyah negeri di Kabupaten Jombang yang membuka program keahlian layaknya SMK. Dari jurusan Tata Boga hingga Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), siswa tidak hanya belajar teori, tapi juga praktik langsung dan magang di dunia industri.

“Banyak siswa kami yang ingin langsung kerja setelah lulus. Maka dari itu kami buat program keahlian agar mereka siap masuk dunia kerja, tapi tetap dengan nilai-nilai Islam yang kuat,” jelas Farida Priyatna, Kepala MAN 8 Jombang, Kamis (24/7/2025).

Jurusan-jurusan yang ditawarkan pun cukup beragam. Antara lain Tata Boga, Tata Busana, Teknik Mesin, Teknik Pengelasan sertaTeknik Komputer dan Jaringan (TKJ).

Setiap jurusan dilengkapi fasilitas praktik masing-masing, seperti dapur boga, ruang jahit, bengkel teknik, hingga lab komputer. Selain itu, siswa juga diwajibkan mengikuti program magang selama dua bulan di lebih dari 20 dunia usaha di sekitar Jombang.

Salah satu siswi, Amanda Putri dari jurusan Tata Boga, juga antusias.

“Milih jurusan ini karena pengen kerja di dunia kitchen. Ya, syukur-syukur bisa buka toko kue sendiri,” ujarnya dengan semangat.

Program inovatif ini pun mendapat respon positif dari Kementerian Agama Kabupaten Jombang. Muhajir, Kepala Kemenag Jombang, menyebut MAN 8 sebagai pionir yang layak jadi rujukan nasional.

“MAN 8 Jombang ini bukan hanya membekali anak-anak dengan ilmu agama, tapi juga keterampilan hidup. Ini contoh nyata bagaimana madrasah bisa adaptif dengan kebutuhan zaman. Bahkan kami di Kemenag sedang mempelajari pola yang diterapkan di sini untuk dijadikan model bagi madrasah lain di Jawa Timur, bahkan secara nasional,” ujarnya.

Menurutnya, program seperti ini perlu mendapat dukungan lebih luas.

“Kalau madrasah bisa cetak lulusan yang siap kerja dan punya akhlak yang baik, itu modal besar untuk bangsa. MAN 8 Jombang sudah memulai, tinggal bagaimana memperluas dampaknya,” tambah Muhajir.

Langkah MAN 8 Jombang menunjukkan bahwa pendidikan keagamaan dan kejuruan bisa berjalan beriringan, tanpa mengorbankan kedalaman ilmu maupun kesiapan kerja. Harapannya, lulusan SMK-MAN 8 Jombang bisa jadi pribadi yang mandiri, profesional, dan tetap berakhlak. (rial)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular