Saturday, October 10, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoForum Anak Usulkan Area Car Free Day Bebas Asap Rokok

Forum Anak Usulkan Area Car Free Day Bebas Asap Rokok

Mojokerto-(satujurnal.com)
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dan Wakil Wali Kota Rachman Sidharta Arisandi mendengarkan langsung suara anak-anak dalam kegiatan bertajuk Temu Anak dengan Kepala Daerah, Senin (4/8/2025), di Ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto.

Salah satu aspirasi menarik datang dari Forum Anak Kota Mojokerto. Mereka meminta agar area car free day dijadikan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Usulan ini muncul karena kekhawatiran terhadap paparan asap rokok dan vape di ruang publik yang banyak diakses anak-anak dan remaja. Menurut mereka, kawasan bebas asap akan menjadi langkah penting untuk melindungi generasi muda dari ketergantungan nikotin dan menciptakan ruang tumbuh yang sehat.

“Di CFD banyak anak-anak yang jogging atau sekadar jalan-jalan sama keluarga. Sayang kalau masih harus mencium asap rokok,” ujar salah satu perwakilan Forum Anak.

Tak hanya itu, Ketua Forum Anak juga menyampaikan berbagai isu penting lainnya, seperti perlindungan anak dari eksploitasi dan kekerasan seksual, implementasi PP Tunas terkait partisipasi anak di dunia digital, hingga kebutuhan akan taman bermain yang lebih ramah anak.

Diskusi juga menyentuh soal pentingnya edukasi reproduksi yang aman serta ilmu parenting bagi orang tua. Semua ini disampaikan langsung kepada Ning Ita dan Cak Sandi, sapaan akrab Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mojokerto.

Ning Ita, sapaan akrab wali kota, merespons dengan hangat. Ia menegaskan bahwa anak-anak bukan sekadar penerima manfaat pembangunan, tapi juga subjek aktif yang terlibat dalam prosesnya. Karena itu, Pemkot Mojokerto melibatkan anak-anak dalam forum Musrenbang dan berbagai kebijakan lainnya.

“Kami ingin anak-anak bersuara dan memberikan ide. Jika ada kebutuhan yang belum masuk ke dalam rencana pembangunan, anak-anak bisa menyampaikan langsung. Anak-anak adalah bagian penting dari pembangunan,” ujar Ning Ita.

Ia juga mengingatkan bahwa Pemkot Mojokerto sudah memiliki UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) sebagai tempat aduan bila anak mengalami persoalan.

“Tak satu pun anak boleh merasa sendirian. Kami hadir untuk mendampingi,” tambahnya.

Dalam forum ini hadir pula para kepala perangkat daerah, camat, dan lurah se-Kota Mojokerto, menandai keseriusan pemerintah dalam menyerap aspirasi anak sebagai bagian dari komitmen menjadi Kota Layak Anak. (one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular