Sunday, October 11, 2026
spot_img
HomeNasionalMenekraf Apresiasi ITS: GRIT Jadi Simbol Ekonomi Kreatif Berbasis Akademik

Menekraf Apresiasi ITS: GRIT Jadi Simbol Ekonomi Kreatif Berbasis Akademik

Surabaya-(satujurnal.com)
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan perannya sebagai jembatan antara riset dan inovasi dengan dunia industri, terutama di sektor ekonomi kreatif. Hal ini tercermin dari kunjungan Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menekraf RI), Teuku Riefky Harsya BSc MT, ke Gedung Riset dan Inovasi Teknologi (GRIT) ITS, Senin (4/8/2025).

Dalam kunjungannya, Riefky menyampaikan bahwa industri kreatif kini menjadi sektor yang sangat relevan untuk terus dikembangkan. Ia menilai, sektor ini bukan hanya menjanjikan secara ekonomi, tapi juga memberi ruang kerja luas bagi generasi muda.

“Komitmen ini selaras dengan upaya yang dihadirkan ITS melalui GRIT ini sendiri,” ujar Teuku Riefky Harsya, dikutip dari ITS News, Selasa (5/8/2025).

Ia menambahkan, pemerintah melihat ekonomi kreatif sebagai salah satu “mesin penggerak ekonomi nasional” yang perlu diperkuat dari level paling dasar, termasuk melalui perguruan tinggi.

“Peran akademisi menjadi krusial dalam menciptakan ekosistem inovatif yang mampu melahirkan talenta kreatif dan solusi berkelanjutan bagi pengembangan ekonomi kreatif di masa depan,” jelas Riefky.

Rektor ITS, Prof Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD, menyambut hangat kunjungan tersebut dan menyampaikan bahwa GRIT ITS merupakan wadah untuk menampilkan karya-karya kreatif sivitas ITS.

“Khusus pada kesempatan kali ini, seluruh karya yang ditampilkan berasal dari Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital (FDKBD) ITS serta Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi (DIKST) ITS,” terangnya.

Lelaki yang akrab disapa BP itu juga menyebutkan bahwa sinergi antara ITS dan kementerian bisa membuka lebih banyak peluang kolaborasi untuk penguatan ekonomi kreatif berbasis riset dan pendidikan.

“Hal ini juga sejalan dengan semangat ITS untuk terus berkontribusi dalam pembangunan nasional,” ungkap Rektor ke-13 ITS tersebut.

Sementara itu, Baroto Tavip Indrojarwo MSi, Manajer Senior Inkubator dan Layanan Bisnis Inovatif (ILBI) ITS, menjelaskan sejumlah langkah konkret yang telah dijalankan ITS dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif. Salah satunya melalui Program Ekonomi Kreatif ITS yang merangkul unsur teknologi, sains, dan kreativitas.

Program tersebut mencakup inisiatif seperti Rumah Animasi ITS, AnimaxplainITS, hingga rencana pendirian rumah komik digital dan gim digital ITS.

“Agar mampu menjadi katalis lahirnya inovasi kreatif yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujar Baroto.

Bahkan, ITS juga berencana membangun gedung industri kreatif sebagai pusat inkubasi dan pengembangan produk. Ia menegaskan bahwa kolaborasi dengan pemerintah ini menjadi langkah penting menuju tujuan besar.

“Saya berharap kolaborasi dengan ITS ini dapat mencapai mesin pertumbuhan baru yang berakar dari daerah,” tutup Baroto penuh harap.

Kunjungan ini pun sejalan dengan poin ke-17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs): Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, memperkuat kerja sama antarlembaga dalam menciptakan dampak nyata di sektor ekonomi kreatif. (one/itsn)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular