Friday, October 9, 2026
spot_img
HomeNasionalMaulid Nabi di Istiqlal, Menag Kenalkan Ekoteologi di Hadapan Presiden Prabowo

Maulid Nabi di Istiqlal, Menag Kenalkan Ekoteologi di Hadapan Presiden Prabowo

Jakarta-(satujurnal.com)
Menteri Agama Nasaruddin Umar memperkenalkan konsep ekoteologi saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah sekaligus Istighosah Kebangsaan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (4/9/2025).

Acara bertema “Ekoteologi: Keteladanan Nabi Muhammad SAW untuk Kelestarian Bumi dan Negeri” berlangsung khidmat, dihadiri Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, jajaran menteri, duta besar, ulama, tokoh agama, hingga masyarakat umum.

Dalam tausiahnya, Menag menekankan ekoteologi sebagai konsep keberagamaan yang menekankan harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

“Al-Qur’an dan ajaran Rasulullah SAW menonjolkan sifat-sifat Tuhan yang penuh kasih. Mengayomi, mengasihi, menyayangi, dan merawat—itulah esensi yang juga harus kita terapkan dalam memperlakukan alam semesta,” ujarnya, dilansir dari laman Kemenag.go.id.

Menurutnya, inti dari semua agama adalah cinta. Cinta bukan hanya kepada sesama manusia, tetapi juga kepada hewan, tumbuhan, dan seluruh alam semesta. “Sebagai khalifah di muka bumi, manusia punya tanggung jawab moral untuk menjaga, bukan merusak,” tambahnya.

Menag juga mengingatkan pesan Rasulullah SAW yang relevan hingga kini: jangan merusak tempat ibadah, jangan mengganggu perempuan, dan jangan merusak alam.

Untuk memperkuat pesannya, Menag menyinggung buku The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History karya Michael H. Hart. Dalam buku tersebut, Nabi Muhammad SAW menempati peringkat pertama sebagai tokoh paling berpengaruh sepanjang sejarah.

“Ini bukan klaim dari kita umat Islam, melainkan pengakuan objektif dari seorang sejarawan Barat non-Muslim. Hart menyimpulkan bahwa Nabi Muhammad adalah pemimpin terbaik (the best leader) yang pernah ada, karena pengaruhnya melintasi berbagai aspek kehidupan manusia,” tutur Menag.

Di akhir tausiah, Menag menyampaikan terima kasih kepada Presiden dan Wakil Presiden atas dukungan penuh terhadap berbagai gagasan Kementerian Agama. Ia menutup dengan pembacaan Surah Al-Fatihah sebagai doa universal untuk kelestarian alam dan kedamaian umat manusia.

Sebelum menutup sambutan, Menag menyampaikan terima kasih kepada Presiden dan Wakil Presiden atas dukungan penuh terhadap berbagai gagasan Kementerian Agama. Ia kemudian memimpin pembacaan Surah Al-Fatihah sebagai doa universal untuk kelestarian alam semesta dan kedamaian umat manusia.

Acara kemudian ditutup doa bersama yang dipimpin Imam Besar Masjid Istiqlal, Husni Ismail.(one/kmg)

RELATED ARTICLES

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular