Mojokerto-(satujurnal.com)
Komisi III DPRD Kota Mojokerto menggelar inspeksi mendadak (sidak) terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (19/9/2025). Sidak dilakukan setelah ada laporan masyarakat bahwa menu MBG di SDN Meri, Kecamatan Kranggan, tak layak konsumsi.
Ketua Komisi III, Indro Tjahjono, memimpin sidak bersama anggota Komisi III: Sunarto, Rambo Garudo, Nuryono Sugi Raharjo, Budiarto, dan Ahmad Athoillah. Ketua Dewan Ery Purwanti yang juga koordinator komisi yang membidangi pendidikan ini juga ikut turun langsung.
Juru Bicara Komisi III, Ahmad Athoillah menyebut, pihak sekolah membenarkan adanya menu yang bermasalah.
“Ada bihun dan tempe yang teksturnya lembek, sehingga tidak layak dimakan. Tidak semua, hanya sebagian kelas. Karena tidak layak makan, akhirnya tidak dimakan,” kata politisi yang akrab disapa Gus Atho itu.
Usai dari sekolah, dewan melanjutkan sidak ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Tropodo, penyedia MBG untuk SDN Meri. Di lokasi ini, dewan menemukan sejumlah catatan serius, mulai dari toilet yang berada dalam satu area dengan ruang pemorsian makanan hingga penggunaan wadah makanan (ompreng) yang tidak sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN).
“Ompreng yang digunakan sebagian berbahan Stainless Steel SUS 201, padahal standar BGN mengharuskan SUS 304. Hasil uji sederhana dengan cairan Tetes Kadar Stainless Steel membuktikan SUS 201 tidak tahan korosi. Jika dipakai jangka panjang, bisa berpotensi melepas zat berbahaya ke makanan,” ungkap Gus Atho.
Temuan ini dianggap berisiko terhadap higienitas makanan dan kesehatan siswa penerima MBG. Menanggapi hal itu, Kepala SPPG Kranggan, Shiko Puspa Septina Putri, mengakui adanya kelalaian. “Untuk kasus di SDN Meri, kami sudah evaluasi. Bihun dan tempe memang lembek, tapi tidak basi. Sedangkan ompreng yang belum standar, sebagian akan segera diganti,” ujarnya.
SPPG Tropodo sendiri tercatat melayani 29 sekolah di empat kelurahan: Meri, Gununggedangan, Sentanan, dan Jagalan, dengan total 3.329 porsi setiap hari.
Ahmad Athoillah menegaskan, hasil sidak ini akan segera dibawa ke rapat internal Komisi III untuk disusun rekomendasi. “Temuan-temuan ini tidak bisa dibiarkan. DPRD akan meminta evaluasi menyeluruh agar program MBG berjalan sesuai standar dan benar-benar menjamin kesehatan anak-anak,” tegasnya.(one)



