Friday, October 9, 2026
spot_img
HomeRegionalKabupaten JombangAlfin, Bocah 5 Tahun yang Tenggelam di Mojowarno Akhirnya Ditemukan Tak Bernyawa

Alfin, Bocah 5 Tahun yang Tenggelam di Mojowarno Akhirnya Ditemukan Tak Bernyawa

Jombang-(satujurnal.com)
Setelah hampir sehari pencarian, Ahmad Alfin Mubarok (5), bocah asal Dusun Mojogeneng, Desa Gedangan, Kecamatan Mojowarno, akhirnya ditemukan.
Alfin ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di aliran Sungai Sekunder Tejo 1, Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto, Rabu (29/10/2025) sekitar pukul 10.00 WIB.

“Lokasinya di sungai yang masih satu aliran, tepatnya di belakang SDN Tambar. Jaraknya kurang lebih sembilan kilometer dari titik awal korban dilaporkan tenggelam,” ujar Kalaksa BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Dias Quintas.

Saat ditemukan warga, Alfin masih mengenakan pakaian lengkap seperti saat ia dilaporkan hilang.
“Posisinya di dalam sungai, tersangkut pohon,” tambah Wiku.

Tim gabungan segera mengevakuasi jasad korban. Dengan ditemukannya Alfin, operasi pencarian resmi ditutup.
“Korban langsung dibawa ke RSUD Jombang untuk proses identifikasi,” jelasnya.

Hasil identifikasi kemudian dibenarkan oleh pihak keluarga.
“Setelah keluarga memastikan dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, jasad korban diserahkan untuk dimakamkan,” kata Kapolsek Mojowarno, AKP Soesilo.

Sebelumnya, Alfin dilaporkan tenggelam pada Selasa (28/10/2025) petang.
Menurut Sukarno, Kepala Desa Gedangan, insiden bermula ketika ibunya sedang mandi dan menitipkan Alfin kepada sang kakak.
“Sekitar pukul lima sore, ibunya selesai mandi tapi Alfin sudah tidak ada. Karena jarak rumah dan sungai hanya lima meter, kami menduga dia tercebur,” terangnya.

Hingga malam hari, petugas BPBD, relawan, dan warga masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi.
Supervisor Pusdalops BPBD Jombang, Stevy Maria, mengatakan pihaknya menemukan jejak menuju sungai dan pintu samping rumah dalam keadaan terbuka.
“Rumah korban memang di tepi sungai, jadi kemungkinan besar korban terpeleset dan jatuh ke air,” jelas Stevy.

Tim SAR sempat melakukan penyisiran sejauh 300 meter dari titik awal.
“Kondisi air tidak deras, tapi karena arusnya konstan, korban bisa hanyut cukup jauh,” pungkasnya. (rial)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular