Saturday, October 10, 2026
spot_img
HomeSerba-serbiWarung Sambelan Cak Mail, Gurihnya Iwak Kali di Pinggir Sungai Brantas

Warung Sambelan Cak Mail, Gurihnya Iwak Kali di Pinggir Sungai Brantas

Jombang-(satujurnal.com)
Di tepi aliran Sungai Brantas, tepatnya di Desa Pulogedang, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, berdiri sebuah warung sederhana yang selalu ramai pengunjung. Namanya Warung Sambelan Cak Mail. Tempatnya terbuka di pinggir kali, dengan angin semilir yang menemani setiap sendok sambal pedas dan gurihnya ikan air tawar.

Bagi pencinta kuliner sambelan dan suasana santai khas pedesaan, warung ini sudah jadi destinasi wajib. Menu andalannya adalah ikan kuthuk (ikan gabus) dan belut, dua jenis iwak kali yang diolah langsung setelah dipesan. “Semuanya serba segar, ikannya disembelih dan dimasak saat itu juga,” ujar Nuriyana, pemilik warung, Sabtu (8/11/2025).

Ikan-ikan tersebut bukan hasil budidaya, melainkan tangkapan para pencari ikan tradisional di sekitar Sungai Brantas. Karena itu, ketersediaan menu tergantung dari hasil tangkapan hari itu. Kadang ada wader, rengkik, bader, atau bloso. “Saya nggak pasang daftar menu, karena tergantung pasokan. Kalau wader dapat banyak, ya wader. Kalau lagi banyak belut, ya belut,” tambahnya sambil tersenyum.

Warung ini dirintis oleh Cak Mail dan istrinya tujuh tahun silam. Awalnya, Cak Mail hanya seorang pencari ikan sungai. Namun, hasil tangkapannya sering tak laku dijual dan terpaksa dibuang. Dari situlah sang istri berinisiatif membuka warung sambelan dengan bahan baku ikan hasil tangkapan suaminya sendiri.

Dengan modal terbatas, keduanya mulai berjualan dari pondok kecil di pinggir jalan. Perlahan tapi pasti, aroma sambal ulegan dan gurihnya iwak kali menarik banyak pelanggan. Kini, omzet warung ini bisa menembus empat hingga lima juta rupiah per hari, terutama saat akhir pekan atau libur panjang.

“Sekarang Alhamdulillah, kalau pas ramai bisa sampai lima juta sehari,” tutur Nuriyana. Harga per porsi juga ramah di kantong. Satu piring nasi dengan ikan wader plus teh manis hanya Rp 16 ribu, sementara ikan rengkik sekitar Rp 20 ribu.

Banyak pelanggan datang bukan hanya dari Jombang, tapi juga dari Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, bahkan Malang. Mereka rela menempuh perjalanan jauh demi sepiring sambelan segar dan suasana makan di tepi sungai.

Muhajir, salah satu pelanggan setia, mengaku sudah tiga kali mampir ke sana. “Enak banget, sambalnya bisa custom, serba segar, harganya terjangkau, rasanya bintang lima,” ujarnya puas. (rial)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular