Saturday, October 10, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoNing Ita Lantik Pengurus BAZNAS Kota Mojokerto 2026–2031, Dwi Hariadi Kembali Jabat...

Ning Ita Lantik Pengurus BAZNAS Kota Mojokerto 2026–2031, Dwi Hariadi Kembali Jabat Ketua

Mojokerto-(satujurnal.com)
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari melantik tiga pengurus Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Mojokerto periode 2026–2031 di Pendopo Sabha Kridha Tama Rumah Rakyat, Selasa (3/3/2026). Dalam pelantikan tersebut, Dwi Hariadi kembali dipercaya menjabat sebagai Ketua BAZNAS.

Selain Dwi, dua nama lain yang dilantik yakni Muhtadi sebagai Wakil Ketua I dan Akhnan sebagai Wakil Ketua II. Komposisi kepengurusan kali ini berjumlah tiga orang, lebih ringkas dibanding periode sebelumnya yang terdiri dari lima pimpinan.

Kembalinya Dwi Hariadi memimpin BAZNAS menandai keberlanjutan kepemimpinan dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Kota Mojokerto. Sebelumnya, ia juga menjabat sebagai Ketua pada periode terdahulu.

Ning Ita, sapaan akrab wali kota, menegaskan amanah pengelolaan ZIS menuntut integritas dan profesionalisme tinggi. Dana yang dihimpun berasal dari aparatur sipil negara (ASN) serta masyarakat, sehingga harus dikelola secara akuntabel.

“Meskipun jumlah pengurus tiga orang, kinerja harus tetap maksimal dan kualitas pengelolaan zakat di Kota Mojokerto tidak boleh turun,” ujarnya.

Ia mengingatkan tanggung jawab pengurus menyangkut kepercayaan publik dan nilai spiritual. Karena itu, tata kelola berbasis data, perencanaan matang, serta sistem monitoring dan evaluasi terukur menjadi keharusan.

“Kepercayaan ASN dan masyarakat adalah modal utama. Jika dikelola profesional, transparan, dan akuntabel, kepercayaan publik akan semakin kuat,” tegasnya.

Wali kota juga mendorong inovasi penghimpunan zakat dengan memperluas partisipasi masyarakat dan badan usaha, sehingga penghimpunan ZIS tidak hanya bertumpu pada kontribusi ASN.

Dalam kerangka pembangunan daerah, BAZNAS diposisikan sebagai mitra strategis Pemerintah Kota Mojokerto dalam menurunkan angka kemiskinan. Sinergi berbasis data dengan perangkat daerah dinilai penting agar penyaluran bantuan tepat sasaran.

Pelantikan ini menjadi akhir dari proses seleksi yang berlangsung sejak akhir 2025. Panitia Seleksi sebelumnya mengerucutkan enam kandidat terbaik sebelum nama-nama terpilih diajukan untuk mendapatkan pertimbangan di tingkat nasional.

Dengan struktur baru dan kepemimpinan yang berlanjut, BAZNAS Kota Mojokerto diharapkan mampu menjaga kepercayaan publik sekaligus memperkuat kontribusi sosial dalam mendukung agenda pengentasan kemiskinan di daerah. (one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular