Wednesday, October 7, 2026
spot_img
HomeRegionalKabupaten JombangTelur Asin MBG Diduga Picu Keracunan Massal Santri Ponpes Darut Taubah Jombang

Telur Asin MBG Diduga Picu Keracunan Massal Santri Ponpes Darut Taubah Jombang

Jombang-(satujurnal.com)
Telur asin dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) disinyalir menjadi pemicu keracunan massal puluhan santri Pondok Pesantren Darut Taubah di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang. Hingga Jumat (6/3/2026) pagi, sebanyak 28 santri masih menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Mojoagung.

Direktur RS PKU Muhammadiyah Mojoagung, Dwi Riski Wulandari, mengatakan seluruh pasien yang masuk pada Kamis (5/3/2026) malam masih dirawat untuk observasi medis.

“Semalam kami menerima 28 pasien. Semuanya dirawat inap di 11 kamar. Usia pasien paling muda 12 tahun dan paling tua 21 tahun,” ujar Dwi Riski.

Menurutnya, kondisi para santri secara umum tidak tergolong berat. Meski demikian, tim medis tetap melakukan pemantauan karena keluhan yang dialami setiap pasien berbeda.

Dari total 28 pasien, tiga santri mendapatkan penanganan dokter spesialis penyakit dalam, sementara sisanya ditangani dokter anak. Enam pasien direncanakan dipulangkan jika kondisi mereka stabil.

“Rata-rata kondisinya tidak parah, tetapi tetap perlu observasi. Insyaallah enam pasien rencananya bisa dipulangkan hari ini,” katanya.

Insiden keracunan massal ini bermula pada Kamis (5/3/2026) petang saat para santri berbuka puasa bersama di lingkungan pondok pesantren. Menu yang disajikan saat itu berupa nasi rawon yang dimasak dapur pondok dan telur asin yang berasal dari distribusi program MBG.

Tak lama setelah makan, sejumlah santri mulai mengeluhkan pusing dan mual. Keluhan itu cepat menyebar. Saat menjelang salat Tarawih sekitar pukul 19.40 WIB, puluhan santri muntah hampir bersamaan hingga sebagian harus dievakuasi menggunakan ambulans ke rumah sakit.

Salah satu santri, Aziza Putri Salsabila asal Surabaya, mengaku merasakan gejala pusing dan muntah tidak lama setelah menyantap menu berbuka.

“Tidak lama setelah makan saya merasa pusing lalu muntah. Kemarin cuma makan rawon sama telur asin,” ujarnya.

Ia juga merasakan perbedaan pada telur asin yang dikonsumsi saat itu.

“Baunya lumayan menyengat dan rasanya berbeda dari telur asin yang biasa dimakan. Tapi tetap saya makan karena sedang lapar,” kata Aziza.

Pengasuh pondok pesantren, Muhammad Adam, mengatakan kondisi santri berubah cepat setelah makan. Beberapa santri mengalami muntah hebat, menangis, hingga pingsan.

“Baru makan, belum semuanya selesai, sudah ada yang mual lalu muntah. Yang perempuan terutama, ada yang lemas sampai pingsan,” katanya.

Adam juga mencatat sebagian santri yang tidak mengonsumsi telur asin tidak mengalami gejala serupa.

“Ada yang muntah sampai keluar telur asinnya. Yang tidak makan telur asin, termasuk saya, hanya makan rawon dan tidak mengalami apa-apa,” ujarnya.

Hingga kini, penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan. (rial)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular