Friday, October 9, 2026
spot_img
HomeSosial BudayaDari Umbul Dungo ke Larung Tirta Amerta, Mojotirto Festival 2026 Tegaskan Identitas...

Dari Umbul Dungo ke Larung Tirta Amerta, Mojotirto Festival 2026 Tegaskan Identitas Kota Mojokerto

Mojokerto-(satujurnal.com)
Dari prosesi Umbul Dungo hingga Larung Tirta Amerta, Mojotirto Festival 2026 menegaskan identitas Kota Mojokerto sebagai kota berbasis sejarah, budaya, dan sumber kehidupan air. Rangkaian ritual sakral ini berlangsung sejak Jumat (17/4/2026) malam hingga puncaknya di Sungai Ngotok pada Sabtu (18/4/2026).

Prosesi Larung Tirta Amerta menjadi klimaks perayaan, ditandai dengan pelarungan air dari berbagai sumber mata air ke Sungai Ngotok. Air tersebut sebelumnya disatukan dalam ritual Umbul Dungo sebagai simbol kehidupan dan persatuan lintas daerah.

Kegiatan ini dihadiri jajaran pemerintah, duta wisata se-Jawa Timur, serta masyarakat yang menyaksikan langsung jalannya prosesi dalam suasana khidmat.

Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi menyampaikan Kota Mojokerto memiliki kekayaan sumber daya air yang menjadi penopang kehidupan. Wilayah ini dikelilingi tujuh aliran sungai, yakni Sungai Sadar, Ngrayung, Brangkal, Ngotok, Brantas, Watudakon, dan Cemporat.

“Air adalah sumber kehidupan. Maka Bumi Majapahit ini memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Kita berharap kekayaan sumber daya air ini menjadi sumber kesejahteraan dan pendorong pertumbuhan ekonomi rakyat, sekaligus menjadi identitas Kota Mojokerto sebagai kota berbasis sejarah, budaya, dan pariwisata,” ujar Cak Sandi.

Ia menambahkan, air yang disatukan dalam festival ini berasal dari titik-titik penting seperti Sumur Upas Candi Kedaton, Siti Inggil Trowulan, Situs Hayam Wuruk, Klinterejo Tribhuwana Tunggadewi, Sumur Sakti Gajah Mada di Jatirejo, Situs Damar Wulan, hingga Sumber Towo Jatirejo. Air juga dibawa oleh duta wisata dari berbagai daerah di Jawa Timur.

“Semalam kita telah menyatukan air dari berbagai kota dan kabupaten. Kita berdoa bersama agar air tetap menjadi anugerah bagi kita semua, dan tidak menjadi musibah,” katanya.

Mojotirto Festival rutin digelar setiap tahun dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia. Kegiatan ini mengajak masyarakat menjaga keseimbangan alam, memperkuat nilai spiritual, serta membangun harmoni sosial.

Selain sarat makna budaya, festival ini juga mendorong promosi pariwisata dan ekonomi kreatif Kota Mojokerto. Dengan mengangkat kearifan lokal dan sejarah Majapahit, festival ini memperkuat posisi Kota Mojokerto sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan sejarah.

Mojotirto Festival pertama kali digelar pada 2019 di periode pertama kepemimpinan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari. Sejak itu, festival ini menjadi agenda tahunan yang berpuncak pada ritual Larung Tirta Amerta sebagai simbol keberkahan dan persatuan. (one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular