Mojokerto-(satujurnal.com)
Wali Kota Ika Puspitasari alias Ning Ita secara resmi membuka pelatihan pembuatan buket bunga bagi anggota Tim Penggerak PKK Kelurahan Gunung Gedangan di Aula Kantor Kelurahan setempat, .
Kamis (7/5/2026).
Program ini bukan semata kegiatan mengisi waktu luang, melainkan strategi serius mengubah keterampilan ibu-rumah tangga menjadi sumber pendapatan nyata yang mendongkrak angka pertumbuhan daerah.
“Harapannya pelatihan ini bisa menjadi sumber ekonomi bagi panjenengan. Tidak hanya sekadar bisa, tapi bagaimana ilmu yang didapat ini bisa menjadi sumber penghasilan dan mendorong panjenengan menjadi pelaku ekonomi kreatif,” tegas Ning Ita.
Ia menekankan, di era ketidakpastian global yang memicu kenaikan harga bahan baku, inovasi lokal seperti pemanfaatan limbah plastik untuk kerajinan buket menjadi solusi ganda, menciptakan nilai ekonomi sekaligus mendukung program nasional pengurangan sampah.
Ning Ita pun menyoroti data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan perlambatan relatif ekonomi daerah dibandingkan Jawa Timur dan nasional.
“Kalau ngomong pertumbuhan ekonomi itu bahasanya percepatan dan perlambatan. Bagaimana ekonomi Kota Mojokerto bisa tumbuh lebih cepat? Karena target nasional pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan Presiden berada di angka 8 persen,” jelasnya memberikan konteks urgensi kegiatan ini.
Menurutnya, kunci percepatan tersebut terletak pada kemampuan Usaha Kecil Mikro (UKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) untuk naik kelas melalui produk inovatif yang bernilai jual tinggi.
Pelatihan di Kelurahan Gunung Gedangan ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan tersebut. Peserta tidak hanya diajarkan teknik merangkai bunga, tetapi juga strategi pemasaran dan manajemen usaha sederhana.
Ning Ita mengapresiasi inisiatif kelurahan yang langsung menyasar potensi ibu-ibu PKK sebagai agen perubahan ekonomi keluarga.
Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti usai acara, melainkan berlanjut melalui pendampingan intensif dan kolaborasi usaha antar-warga.
“Sekecil apa pun kegiatan yang dilakukan berbasis APBD harus bisa mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto,” tegasnya menutup arahan.
Langkah ini juga sejalan dengan dorongan wali kota untuk memanfaatkan daur ulang sebagai bagian integral dari ekonomi kreatif. Dengan bahan baku yang sebagian besar berasal dari limbah plastik bekas, produk buket yang dihasilkan memiliki nilai tambah lingkungan yang kuat.
Diharapkan, anggota TP PKK Kelurahan Gunung Gedangan mampu mengembangkan usaha mandiri yang berkelanjutan, mengubah stigma kegiatan sosial menjadi mesin penggerak ekonomi mikro yang tangguh di Kota Mojokerto.(one/hms)



