Surabaya-(satujurnal.com)
Sebanyak 150 siswa sekolah swasta dari keluarga duafa di Surabaya menerima bantuan pendidikan melalui program Mulia Scholarship di Kampus Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM) Surabaya East 2, Jalan Keputih Tegal, Surabaya, Kamis (18/6/2026) sore. Program beasiswa senilai total Rp 300 juta itu menyasar siswa sekolah swasta jenjang SD, SMP, dan SMA yang berdomisili di Kelurahan Keputih, Medokan Ayu, serta sejumlah penghuni rumah singgah di kawasan Wonokromo dan Asemrowo.
Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Febrina Kusumawat, yang hadir dalam penyerahan bantuan tersebut mengapresiasi pelaksanaan Mulia Scholarship karena dinilai membantu memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Bantuan yang diberikan berupa uang tunai dengan nilai antara Rp 750 ribu hingga Rp1,5 juta per siswa serta perlengkapan sekolah.
Dalam sambutannya, Febrina menilai program tersebut selaras dengan semangat gotong royong yang terus didorong Pemerintah Kota Surabaya.
“Ini sangat cocok dengan keinginan Bapak Wali Kota Eri Cahyadi dengan konsep Kampung Pancasilanya. Beliau mendorong agar semangat bergotong royong tumbuh di masyarakat. Terbukti masih banyak orang yang mau berbagi. Titik sasar tidak perlu jauh-jauh, cukup perhatikan warga di lingkungan sekitar dengan sungguh-sungguh,” katanya.
Program berbagi untuk pendidikan itu terlaksana melalui kolaborasi antara keluarga besar SAIM Surabaya, Yayasan Seribu Senyum, Bank Syariah Indonesia (BSI), dan BSI Maslahat yang memiliki komitmen bersama membangun generasi pembawa maslahat.
Direktur Yayasan Seribu Senyum, M. Syafrizal Izaqi, menjelaskan kegiatan yang digelar untuk pertama kalinya tersebut bertujuan memberikan kepastian akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga duafa, terutama yang tinggal di sekitar lingkungan kampus SAIM.
“Bantuan pendidikan diberikan kepada siswa sekolah swasta dalam bentuk uang tunai dan alat-alat kebutuhan sekolah. Dana dari BSI sebesar Rp 195 juta ditambah himpunan dana zakat, infak, sedekah dari keluarga besar SAIM, Seribu Senyum, dan Parahita Lab Diagnostic sebesar Rp 105 juta. Jadi, total yang disalurkan sebanyak Rp 300 juta,” ujarnya.
Ketua Badan Pembina Yayasan Insan Mulia, Moh. Sulthon Amien mengatakan, kegiatan kolaboratif tersebut juga menjadi sarana menanamkan kepedulian sosial kepada keluarga besar SAIM dan para siswa sejak usia dini.
“Kita harus dapat mensupport saudara kita yang membutuhkan. Kita harus bisa memberikan kemanfaatan nyata bagi warga kurang beruntung yang berada di lingkungan sekitar sekolah SAIM. Dengan demikian SAIM tidak hanya dinikmati oleh siswanya saja, yang kebanyakan berasal dari keluarga berkecukupan,” katanya.
Acara ditutup dengan penyerahan simbolis beasiswa dan perlengkapan sekolah kepada sejumlah penerima manfaat. Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Surabaya bersama Ketua Badan Pembina Yayasan Insan Mulia di hadapan para siswa, orang tua, serta para mitra yang terlibat dalam program tersebut.(sst/one)



