Surabaya-(satujurnal.com)
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mencatat prestasi internasional dengan menembus tiga besar perguruan tinggi Indonesia pada tujuan pembangunan berkelanjutan bidang kesehatan atau SDG 3 (Good Health and Well-being) versi Times Higher Education (THE) Impact Rankings 2026. Dalam pemeringkatan yang diumumkan Rabu (24/6), Unusa menempati peringkat ke-3 nasional dan peringkat ke-86 dunia.
Capaian tersebut menempatkan Unusa di bawah Universitas Indonesia dan Universitas Airlangga, sekaligus melampaui sejumlah perguruan tinggi besar lainnya, termasuk Universitas Padjadjaran. Di tingkat global, posisi Unusa sejajar dengan Queen’s University, Kanada.
Rektor Unusa Prof. Tri Yogi Yuwono mengatakan, pencapaian tersebut merupakan hasil dari penguatan pendidikan tenaga kesehatan, pengelolaan rumah sakit pendidikan, riset kesehatan masyarakat, hingga program pengabdian yang menjangkau masyarakat secara luas.
“Capaian ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi Nahdlatul Ulama mampu memberikan kontribusi nyata terhadap agenda pembangunan berkelanjutan dunia,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).
Selain mencatat prestasi pada SDG 3, posisi Unusa dalam pemeringkatan dunia secara keseluruhan juga mengalami peningkatan. Tahun ini Unusa berada pada kelompok peringkat 1001–1500 dunia, naik dibanding tahun sebelumnya yang berada pada kelompok 1501+.
Peningkatan paling mencolok terjadi pada indikator SDG 3. Jika sebelumnya berada pada kelompok peringkat dunia 601–800, kini Unusa melonjak hingga menempati posisi ke-86 dunia.
“Kami bersyukur capaian ini menempatkan Unusa sebagai perguruan tinggi swasta dengan kinerja kesehatan terbaik di Jawa Timur dan tiga besar nasional. Ini menunjukkan bahwa investasi kami pada pendidikan kesehatan, rumah sakit pendidikan, dan pengabdian masyarakat telah memperoleh pengakuan internasional,” kata Prof. Tri Yogi Yuwono.
Menurutnya, pemeringkatan tersebut memiliki makna lebih luas dibanding sekadar reputasi akademik. Penilaian THE Impact Rankings menitikberatkan pada dampak nyata yang diberikan perguruan tinggi terhadap masyarakat, termasuk dalam aspek kesehatan.
Keunggulan Unusa juga tercermin pada sejumlah indikator Sustainable Development Goals (SDGs) lainnya. Pada SDG 5 atau Kesetaraan Gender, Unusa berada pada kelompok peringkat dunia 601–800. Sementara pada SDG 6 atau Air Bersih dan Sanitasi Layak, Unusa menempati kelompok peringkat dunia 401–600.
Prestasi ini mempertegas komitmen Unusa dalam mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. Dengan capaian tersebut, Unusa semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global melalui kontribusi nyata di bidang kesehatan, kesetaraan gender, dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.(one/hms)



