Friday, October 9, 2026
spot_img
HomeSerba-serbiSerba-SerbiPembuat Batu Bata Jadi Caleg Hanura

Pembuat Batu Bata Jadi Caleg Hanura

Mojokerto-(satujurnal.com)
Meski berprofesi sebagai pembuat
batu bata merah, tak menyurutkan niat Shodikun (47) untuk melangkah ke gedung
dewan. Meski awalnya tak berfikir menjadi anggota dewan, bapak dua anak ini
akhirnya mendaftarkan diri sebagai Calon Legislatif (Calon) dari partai Hati
Nurani Rakyat (Hanura).

“Saya bukan orang partai tapi saya anggota Perindo, dari sini saya kenal
orang-orang hebat salahnya satunya adalah Wakil Ketua Perindo Jatim, Pak
Zainul. Beliau yang memberikan motifasi dan semangat saya untuk maju menjadi
caleg, tidak ada pikiran saya jadi anggota dewan karena ekonomi saya
lemah,” ungkapnya, (04/12/2013).

Karena motifasi tersebut dan partai Hanura yang mengusungnya tak membebankan
biaya sepeserpun, warga Desa Modogan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto ini
kemudian mendaftarkan diri menjadi caleg.
Ia mengaku rela meninggalkan
bisnis pembuatan batu bata merah yang diguluti sejak 10 tahun jika memang
masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) IV memilihnya menjadi wakil mereka.

“Saya membuat batu bata merah sejak 10 tahun lalu. Awalnya mengarap
sendiri tapi dua tahun ini ikut orang. Kalau musim hujan seperti ini, bisa
panen tiga bulan sekali dengan hasil antara 60 ribu hingga 70 ribu tapi jika
musim kemarau bisa dua bulan sekali. Dari batu bata merah, saya bisa
mengkuliahkan anak saya di perawat dan yang kedua kelas II SMP, saya akan
berhenti membuat batu bata jika jadi dewan,” jelasnya.

Suami Juma’atin ini menjelaskan, jika cita-citanya menjadi anggota TNI bukan
anggota dewan. Menurutnya setelah lulus SMA, tahun 1987 mantan tukang bangunan
ini mendaftar sebagai anggota kops baju doreng namun sampai ketiga kalinya ia
tak lolos. Selain mengaku tak punyai biaya, orang tua perempuannya tak
mengizinkannya ia menjadi anggota TNI.


“Saya berharap bisa menjadi anggota dewan, selain bisa mengangkat derajat
keluarga dan memperjuangkan nasib teman-teman seprofesi juga karena saya
melihat selama ini aspirasi masyarakat belum bisa didengar wakil rakyat.
Setelah saya dinyatakan masuk DCT, saya mulai sosialisasi ke teman-teman dan
membuat brosur (wie)
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular