![]() |
infrastruktur Kota Mojokerto oleh Walikota Mojokerto, Mas’ud Yunus mulai
dipertanyakan kalangan Dewan setempat. Pasalnya hingga memasuki tribulan kedua
tak satu pun proyek fisik yang tergarap. Semua proyek besar bernilai puluhan
miliar jalan ditempat. Sebagian lagi gagal lelang. Alasan yang mengemuka, Unit
Layanan Pengadaan (ULP) menghadapi trouble sistem pelelangan dalam e-lelang.
Tata Ruang (PUTR) Kota Mojokerto dinilai Dewan kontraproduktif dengan kebijakan
Walikota Mas’ud Yunus yang berupaya menggenjot pembangunan infrastruktur.
lapangan melakukan sidak di kantor PUTR, Kamis (4/5/2017) mengaku hanya mendapat penjelasan dari Kepala
Dinas PUTR, Wiwit Febriyanto soal kendala hingga tersendatnya proyek-proyek
besar.
sampai memasuki bulan Mei atau mendekati pertengahan tahun tidak satu pun
proyek fisik yang digarap,” ungkap Ketua Komisi II, Aris Statrio Budi usai sidak
yang digelar secara tertutup antara petinggi PUTR dan Dewan tersebut.
pembangunan itu menurut Aris Satrio Budi khawatir, proyek-proyek fisik bakal
amburadul lagi, karena digarap menjelang tutup tahun, seperti halnya beberapa
mega proyek yang dikerjakan mendekati tutup tahun.
Harusnya dilakukan bertahap sesuai rencana mulai awal tahun sehingga hasilnya
maksimal,” lontar Aris.
lelang proyek akibat aplikasi dalam LPSE error tidak harus menjadi alasan
krusial. “Kan bisa dititipkan di LPSE Propinsi Jawa Timur,” singgung politisi
PAN tersebut.
Mojokerto sebagai biang leletnya proses lelang, Kabag Administrasi Pembangunan
yang juga Ketua ULP Agus Heri Santoso menepisnya.
error, namun sudah aktif mulai awal bulan ini,” katanya.
instansi itu hanya menyorong lima proyek saja untuk dilelang.
seperti RPH (Rumah Potong Hewan), pagar TPA, dan Kantor Kecamatan
Kranggan. Itupun berkasnya kita kembalikan karena dokumennya tidak
lengkap,” jelasnya.
harus direvisi karena adanya perubahan harga satuan pengadaannya.
sudah berubah. Dan sejak Januari PU hanya mengajukan lima proyek saja dari
ratusan proyek,” bebernya. (one)




