Mojokerto, Ika Puspitasari dan Ahmad Rizal Zakaria agar menerapkan leadership
kolaboratif.
sumpah jabatan dan melantik pasangan kepala daerah hasil Pilwali Mojokerto
tersebut di Ruang Wilwatikta, Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin
(10/12/2018).
pro dan kontra setelah pilkada. Ini grup yang dukung saya, boleh menghadap
seminggu tujuh kali, ini grup abu-abu, boleh menghadap tiga kali seminggu. Yang
kontra cukup sekali seminggu. Semua selesai di pelantikan. Kalau ada yang masih
pro kontra itu namanya tidak setuju dengan takdir. Menang tidak diambil
semuanya. Menang diberikan semuanya kepada yang lain. Itu yang harus dilakukan.
Namanya leadership kolaboratif,” kata Pakde Karwo, sapaan populer Gubernur
Soekarwo.
sarankan, datangi unsur Forkompimda, pimpinan Dewan. Karena sebaik-baik umaroh
itu mendatangi. Lebih baik mengorbankan waktu dan kemudian mendatangi,”
cetusnya.
Dulu waktu nyaloke (mencalonkan, sebagai kepala daerah) orang orah noleh (tidak
menoleh) ditepuk-tepuk, tapi setelah jadi tidak mau menoleh,” ujarnya.
seperti Pil KB. “Kalau lupa…jadi,” lontarnya.
formal. Karena kekuatan masyarakat ada di tokoh agama dan tokoh masyarakat.
yakni urusan pendidikan, kesehatan, keamanan dan ketertiban dan permasalahan
sosial.
parameternya. Tapi bisa dirasakan. Bar dadi (setelah jadi) walikota nyopoan
(suka menyapa). Ini bisa dirasakan bahwa ternyata (sikap itu) tidak berubah
mulai kampanye,” tukasnya.
walikota dan wakil walikota harus sudah memikirkan visi dan misi. “Ikuti visi
misi nasional dan propinsi, agar visi misinya urut. Itu yang diatur dalam
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014,” katanya.
hirarkis.
daerah. Ini struktural,” tekannya.
menentukan bahwa kabupaten kota bukan hirarki terhadap propinsi. “Ini konsep negara
bagian yang salah. Bahwa kabupaten kota bukan hirarkir terhadap propinsi,”
ucapnya.
terbitnya Undang-Undang 23 Tahun 2014. (one)




