rombong dagang dan 100 unit tenda dagang bantuan Kementerian Perdagangan.
Walikota Mojokerto Ika Puspitasari kepada dua pelaku usaha sektor informal di
gedung raw matareial Disperindag Kota Mojokerto di jalan raya Surodinawan,
Selasa (16/4/2019).
untuk para pelaku sektor informal agar lebih berdaya,” kata Ika Puspitasari.
besi dan kaca dengan dua roda bantuan Kementerian Perdagangan itu dilengkapi
etalase dan tempat botol, kompor gas, slang dan regulator serta tabung elpiji
melon 3 kilogram kosong.
dan sling besi dengan penopang berbahan terpal.
bantuan itu bukan turun begitu saja, namun hasil upaya Pemkot Mojokerto untuk
meningkatkan kesejahteraan warga.
Perdagangan (bantuan rombong dagang dan tenda dagang),” ungkapnya.
itu tidak dipindahtangankan. “Apalagi dijual. Jadi ya harus dimanfaatkan oleh
penerimanya,” ingat Ning Ita, sapaan Ika Puspitasari.
Disperindag setempat itu kesulitan modal, menurut Ning Ita, lebih baik
mengajukan pinjaman pola Pusyar di BPRS milik Pemkot.
sampai jual rombong dagang, monggo (silahkan) akses BPRS. Gratis biaya
administrasi maupun bunga pinjamannya, ,” singgung dia.
salah satu penerima bantuan rombong adalah perempuan berusia 89 tahun.
puluh sembilan tahun tapi masih punya semangat yang tinggi untuk memberdayakan
diri. Ini adalah contoh para pejuang tangguh yang harus dicontoh anak-anak
muda,” ucap Ning Ita. (one)




