Wednesday, October 7, 2026
spot_img
HomePendidikanDari Mojokerto, Jombang, hingga 63 Titik di Indonesia :Sekolah Rakyat Dimulai, Harapan...

Dari Mojokerto, Jombang, hingga 63 Titik di Indonesia :Sekolah Rakyat Dimulai, Harapan Baru Dilahirkan

Senin 14 Juli 2025, serentak di 63 titik se-Indonesia, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat resmi dimulai. Pusat seremoni nasional berlangsung di Kabupaten Bogor, dihadiri para menteri dan tokoh nasional. Namun, gema harapan yang sama juga terasa di halaman-halaman sederhana di Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Jombang — dua daerah di Jawa Timur yang ikut menjadi bagian dari program pendidikan berasrama gratis ini.

Di Kabupaten Mojokerto, Gedung Diklat BKPSDM di Desa Terusan, Gedeg, menjadi saksi 50 anak dari keluarga penerima bantuan sosial resmi bergabung sebagai siswa angkatan pertama Sekolah Rakyat Kabupaten Mojokerto.

Di antara orang tua yang mengantar, ada Apriliana, warga Bangsal, yang matanya berkaca-kaca melepas putrinya, Bintang Kurnia Purnomo Putri (13).
“Dia sendiri yang minta. Katanya, mau belajar sungguh-sungguh biar bisa sekolah tinggi. Semua gratis, bahkan sampai pakaian dalam pun disediakan,” ucap Apriliana.

Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra hadir langsung menyapa para siswa dan keluarga. “Kami bersyukur Mojokerto menjadi bagian dari program ini. Ini bukan sekadar pendidikan, tapi ikhtiar memberdayakan keluarga miskin secara menyeluruh,” ujar Gus Barra, sapaan karib Bupati
Muhammad Al Barra.

Sementara di Kabupaten Jombang, suasana haru serupa tergambar di Gedung Eks BLK Dinas Sosial di Desa Candimulyo. Sebanyak 50 siswa dari keluarga kurang mampu memulai hari pertama MPLS Sekolah Rakyat Kabupaten Jombang.

Kepala Dinas Sosial Jombang, Mochammad Baharudin, mengatakan seleksi siswa mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). “Harapannya, mereka kelak bisa mengangkat keluarganya dari kemiskinan,” katanya.

Bagi orang tua seperti Miswati, warga Bareng, kesempatan ini terasa luar biasa.
“Biasanya, cuma anak orang kaya yang bisa mondok kayak begini. Tapi ini, semua ditanggung negara. Saya merasa sangat terbantu,” ucapnya.

Gubernur Khofifah: Ini Bukan Sekadar Sekolah, Tapi Ikhtiar Memuliakan Masa Depan

Jauh sebelum MPLS dimulai, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sudah menaruh perhatian khusus. Jumat (27/6/2025), Khofifah meninjau langsung progres renovasi bangunan di Desa Mancilan, Mojoagung, Jombang — salah satu lokasi yang disiapkan sebagai Sekolah Rakyat.

“Ini bukan sekadar tempat belajar, tapi tempat membangun karakter, keterampilan hidup, dan masa depan,” kata Khofifah.

Menurutnya, Sekolah Rakyat dirancang sebagai boarding school, tempat anak-anak tak hanya belajar, tetapi juga tinggal dan dibina secara holistik. “Negara hadir memastikan tidak ada anak yang tertinggal karena alasan ekonomi atau sosial. Ini adalah afirmasi nyata,” tegas Khofifah.

Khofifah menambahkan, sebanyak 19 titik di Jawa Timur akan mulai beroperasi pada pertengahan Juli ini — bagian dari total 63 titik nasional.

Dari MPLS ke Talent Mapping Berbasis AI

Dilansir dari laman kemensos.go.id, secara nasional, program ini melibatkan 6.130 siswa dari Aceh hingga Papua, terdiri atas 256 rombongan belajar jenjang SD, SMP, dan SMA.

MPLS bukan sekadar perkenalan sekolah. Setiap siswa menjalani pemeriksaan kesehatan gratis, mendapat 8 set seragam lengkap, hingga dikenalkan dengan sistem Learning Management System (LMS).

Lebih dari itu, Sekolah Rakyat menggandeng ESQ Corp dengan talent mapping berbasis Artificial Intelligence (AI) — membantu siswa dan guru mengenali potensi dan bakat masing-masing anak.

“Anak-anak dari keluarga miskin pun berhak mendapat kesempatan setara menemukan bakat mereka,” kata Ary Ginanjar, pendiri ESQ Corp.

Pendidikan, Asrama, dan Harapan

Baik di Mojokerto, Jombang, maupun titik lain di Indonesia, Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar, tapi juga wadah pembentukan karakter.

Dengan konsep asrama, anak-anak akan belajar akademik di siang hari dan mengikuti pembinaan karakter di malam hari. Setiap siswa mendapat hak yang sama: ruang belajar, fasilitas asrama, konsumsi, layanan kesehatan, dan akses pengembangan bakat.

Bagi Mahmudi, warga Trowulan, ini seperti mimpi yang jadi nyata. “Mondok gratis, makan ditanggung, sekolah pun berkualitas. Di zaman sekarang, ini anugerah besar buat keluarga kami,” ujarnya.

Memutus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan

Sekolah Rakyat adalah bagian dari strategi nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Tak hanya pendidikan, program ini juga menyasar pemberdayaan keluarga. Jika rumah siswa tidak layak, program akan membantu perbaikan. Orang tua pun akan mendapat pelatihan dan pendampingan usaha.

“Ini affirmative policy, kebijakan yang berpihak. Negara hadir dengan solusi yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” kata Gus Ipul, Menteri Sosial RI.

Masih Akan Terus Bertambah

Dari 63 titik yang dibuka 14 Juli ini, target nasional mencapai 200 titik Sekolah Rakyat hingga akhir 2025, dengan lebih dari 20.000 anak dari keluarga miskin mendapat pendidikan gratis berasrama.

Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Jombang menjadi saksi awal gerakan besar ini. Di tengah linangan air mata dan pelukan haru di hari pertama, ada keyakinan yang sama, semoga pendidikan ini menjadi jalan terang memutus rantai kemiskinan, satu keluarga demi satu keluarga. (one/wie)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular