Friday, October 9, 2026
spot_img
HomeKesehatanKick-Off Nasional CKG Sekolah Digelar 4 Agustus di 12 Kota

Kick-Off Nasional CKG Sekolah Digelar 4 Agustus di 12 Kota

Jakarta-(satujurnal.com)
Pemeriksaan kesehatan gratis untuk siswa akan dimulai serentak pada 4 Agustus 2025 di 12 lokasi sekolah, madrasah, dan pesantren di berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Sidoarjo, dan Tangerang. Program bertajuk Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah ini merupakan inisiatif nasional yang menyasar 53 juta peserta didik di seluruh Indonesia.

Program ini diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan sebagai bagian dari program unggulan Presiden dan Wakil Presiden, dengan tujuan memperkuat layanan kesehatan preventif sejak usia sekolah.

Dilansir dari situs kemkes.go.id, total ada lebih dari 280 ribu satuan pendidikan yang akan dijangkau, mulai dari SD hingga SMA/SMK, termasuk madrasah, pesantren, dan sekolah rakyat di bawah binaan Kementerian Sosial.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut program ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk memastikan akses layanan kesehatan merata. “Kami ingin pastikan anak-anak Indonesia mendapat layanan kesehatan sejak dini,” ujarnya, Kamis (31/7/2025).

Penerapan awal program telah dimulai di 72 sekolah rakyat berasrama. Hasilnya menunjukkan keluhan terbanyak berasal dari masalah gigi, diikuti gangguan mata, anemia, dan isu kesehatan jiwa.

“Saya juga terkejut, banyak anak punya masalah gigi, mata, dan mengalami kecemasan karena penggunaan gadget,” kata Menkes Budi.

Salah satu inovasi penting dari CKG adalah masuknya pemeriksaan kesehatan jiwa sebagai bagian dari skrining. Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi kecemasan dan depresi sejak dini.

Menurut Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas, dr. Maria Endang Sumiwi, program ini menyasar anak usia 7–17 tahun. Pemeriksaan disesuaikan dengan jenjang pendidikan: SD mendapat 13 jenis pemeriksaan, SMP 15 jenis (termasuk skrining talasemia), dan SMA 14 jenis (dengan tambahan pemeriksaan kesehatan reproduksi).

“Untuk siswa SD tidak ada pengambilan darah, jadi tidak perlu takut. Tidak ada suntikan,” tegas Maria.

Pelaksanaan CKG dilakukan melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan dari Puskesmas dan guru di sekolah. Persiapan teknis dimulai seminggu sebelum pelaksanaan, mencakup pembagian kuisioner dan koordinasi lapangan.

Tindak lanjut hasil pemeriksaan terbagi dua. secara individu dan kelompok. Siswa dengan masalah akan dirujuk ke Puskesmas, sedangkan jika ditemukan tren umum seperti obesitas atau rendahnya kebugaran, sekolah dan Puskesmas akan menyusun program edukasi bersama.

Kepala Kantor Komunikasi Presiden, Hasan Hasbi, menyebut program ini sebagai bentuk nyata pendekatan jemput bola. “Sekarang bukan hanya masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan, tapi pemerintah hadir langsung ke sekolah-sekolah,” ujarnya. (one/kks)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular