Friday, October 9, 2026
spot_img
HomeRegionalRp5,3 Miliar Bansos Digelontorkan di Jember, Khofifah Tegaskan Larangan Keras untuk Judol

Rp5,3 Miliar Bansos Digelontorkan di Jember, Khofifah Tegaskan Larangan Keras untuk Judol

Jember-(satujurnal.com)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan berbagai bantuan sosial (bansos) senilai total Rp5.336.054.200 kepada masyarakat Kabupaten Jember, Kamis (31/7/2025). Penyaluran dilakukan secara langsung di Pendopo Wahyawibawagraha.

Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan larangan penggunaan bansos untuk praktik judi online (judol). Ia merujuk data Kementerian Sosial yang mencoret sekitar 200.000 kepala keluarga (KK) dari daftar penerima karena terindikasi bermain judol.

“Kalau terbukti, otomatis akan dihapus dari daftar. Saya minta para pendamping bansos benar-benar melakukan verifikasi agar bantuan ini tepat sasaran dan tidak disalahgunakan,” kata Khofifah.

Dilansir dari laman resmi Dinsos Propinsi Jatim, bansos yang disalurkan mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) Plus untuk 1.246 keluarga senilai Rp2,49 miliar, dengan skema pencairan triwulanan sebesar Rp500.000 per keluarga. Selain itu, diberikan Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) senilai Rp367,2 juta untuk 102 penerima, dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk 238 buruh pabrik rokok di Jember senilai Rp315,5 juta.

Khofifah juga menyalurkan Bansos KIP PPKS Jawara sebesar Rp54 juta untuk 18 orang, serta bantuan alat bantu mobilitas lansia dan disabilitas sebanyak 33 unit dengan total nilai Rp173,6 juta. Sementara itu, Pilar Sosial Jember menerima BOP Tali Asih senilai Rp723,6 juta untuk 189 orang, terdiri dari SDM PKH Plus, pendamping disabilitas, TKSK, dan Tagana.

Dari sektor pemberdayaan desa, Dinas PMD Jawa Timur memberikan bantuan sebesar Rp1,21 miliar. Bantuan tersebut terdiri dari dukungan BUMDesa untuk 4 desa (masing-masing Rp100 juta), program Desa Berdaya untuk 3 desa (Rp300 juta), serta Jatim Puspa senilai Rp510 juta untuk 3 desa lainnya.

Sebanyak 34 rumah tangga miskin di Jember juga menerima bantuan instalasi listrik rumah tangga (IR/SR), berupa sambungan listrik 900 VA, token listrik senilai Rp300.000, serta instalasi lengkap. Selain itu, bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni juga diberikan untuk 50 unit rumah, masing-masing senilai Rp30 juta. Program ini bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang disalurkan melalui Pemprov Jatim.

Gubernur Khofifah turut meminta Dinsos dan para pendamping aktif mendata rumah warga yang memerlukan intervensi, termasuk fasilitas kamar mandi yang tidak layak.

Di akhir kunjungan, Khofifah meninjau Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 6 Jember yang saat ini tengah dalam tahap finishing renovasi. Sekolah ini memiliki dua rombongan belajar SD dan dua rombel SMP. Ia mengapresiasi fasilitas sekolah yang dinilainya sangat representatif.

“Pendidikan adalah kunci untuk mengangkat derajat keluarga. Pastikan bansos digunakan untuk mendukung masa depan anak, bukan untuk sesuatu yang merugikan,” pungkasnya.(one)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular