Udara di halaman Griya Wredha Jambangan, Surabaya, Jumat pagi, 8 Agustus 2023, terasa hangat bukan hanya karena sinar matahari, tetapi juga tawa yang pecah di antara para penghuni panti. Hari Jumat ini menjadi hari yang berbeda.
Bendera merah putih berkibar di sudut halaman, umbul-umbul menari tertiup angin, dan di setiap sudut, tampak wajah-wajah renta yang berseri.
Mereka adalah para lansia yang menolak kalah oleh usia. Meski langkah tak lagi secepat dulu dan tangan mulai gemetar, semangat untuk merayakan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia begitu menyala.
“Mereka tidak melihat hadiahnya apa, tapi mereka ikut menyemarakkan kegiatan,” ucap Neng Resti Sri Hartanti, Kepala UPTD Griya Wredha Surabaya, dilansir dari situs resmi Pemkot Surabaya.
Tahun ini, tujuh lomba digelar: dari estafet kerupuk, estafet balon, estafet air, menyugih tempeh, memasukkan pensil ke dalam botol, hingga fashion show yang selalu menjadi primadona. Para pendamping sibuk mondar-mandir membantu, menyesuaikan setiap permainan agar bisa diikuti semua. “Mereka itu semangatnya luar biasa. Kadang justru kami yang harus mengingatkan untuk istirahat,” kata salah satu pendamping sambil membenarkan posisi kursi peserta.
Di lomba makan kerupuk, suasana riuh. Beberapa peserta harus menjangkau kerupuk dengan kepala yang terangkat tinggi, sementara gigi yang sudah tak utuh membuat kunyahan menjadi lambat. Tapi justru di situlah letak keriangan tawa pecah, ejekan hangat terdengar, dan sorakan dukungan membahana. Tidak ada yang memedulikan waktu atau skor, semua larut dalam momen.
Bagi para lansia ini, lomba-lomba bukan sekadar hiburan. Gerakan saat estafet balon melatih keseimbangan, lomba memasukkan pensil mengasah koordinasi tangan, dan tawa yang meledak di setiap ronde menjadi terapi emosional. “Banyak gerakan di lomba ini yang bisa merangsang tubuh mereka agar tetap sehat,” ujar Neng Resti.
Sejak awal Agustus, suasana Griya Wredha sudah berubah. Bendera kecil menghiasi pagar, kertas warna-warni ditempel di dinding. Menariknya, para lansia ikut terlibat membuat hiasan itu , memotong, menempel, bahkan memilih posisi terbaik untuk memasangnya.
Puncak perayaan akan digelar pada 17 Agustus mendatang. Di pagi hari itu, mereka akan berdiri tegak mengikuti upacara bendera, sebuah bentuk penghormatan yang tak pernah lekang meski usia terus bertambah. “Kami berharap para lansia bisa merayakan HUT RI dengan sukacita, sambil tetap menjaga kebugaran,” tutup Neng Resti.
.Di Griya Wredha Jambangan, kemerdekaan dirayakan bukan hanya dengan upacara, tapi juga dengan tawa, kerja sama, dan cerita-cerita lama yang kembali hidup.(ery p)



