Tuesday, October 6, 2026
spot_img
HomeSosial BudayaBRI Jazz Gunung Series 3: Jazz, Alam, dan Budaya Menyatu di Kaki...

BRI Jazz Gunung Series 3: Jazz, Alam, dan Budaya Menyatu di Kaki Ijen

Banyuwangi-(satujurnal.com)
Banyuwangi kembali jadi pusat perhatian pecinta musik lewat gelaran BRI Jazz Gunung Series 3 di Taman Gandrung Terakota, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Sabtu (9/8/2025) malam.

Berlokasi di kaki Gunung Ijen yang berhawa sejuk, amfiteater terbuka ini dikelilingi 1.000 patung penari gandrung berbahan tembikar, menghadirkan perpaduan indah antara musik, alam, dan budaya.
Suasana ini langsung memikat pengunjung sejak langkah pertama.

Dilansir dari indonesiasenang.com, tahun ini, deretan musisi lintas generasi dan latar turut memeriahkan panggung: pianis Irsa Destiwi, Kevin Yosua Trio bersama trumpetist Paris Fabien Mary, grup muda Dua Empat, Jazz Patrol, Caravan Jazz Surabaya, hingga The Aartsen dari Bali yang berkolaborasi dengan drummer Polandia Adam Zagorski. Puncak malam datang dari Suliyana, penyanyi kebanggaan Banyuwangi, yang tampil bersama Glam Orchestra. Kolaborasi ini jadi jembatan harmonis antara jazz dan musik daerah, menghangatkan suasana sekaligus merayakan akar budaya lokal.

Tak hanya musik, festival ini juga menghadirkan tarian tradisional, kuliner khas seperti pecel pitik dan sego tempong, serta kerajinan tangan lokal. Taman Gandrung Terakota dengan konsep memadukan seni, pendidikan, dan hiburan menjadi latar sempurna untuk acara ini.

Acara yang menjadi bagian dari kalender tetap festival jazz ini dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Founder Jazz Gunung Sigit Pramono. Kehadiran mereka bersama ratusan penonton menambah semarak perhelatan musik yang memadukan keindahan alam, budaya, dan harmoni nada.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut Jazz Gunung Ijen bukan sekadar konser, melainkan bagian dari Banyuwangi Festival yang mendorong seni, budaya, dan ekonomi kreatif.

“Jazz Gunung Ijen menunjukkan bahwa seni bisa hadir dengan elegan di alam terbuka, tanpa merusak, bahkan justru memperkuat rasa cinta pada lingkungan dan jati diri lokal.” ujar Bupati Ipuk, dikutip dari Jatim Newsroom, Minggu (10/8/2025).

Ia menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar konser jazz, tetapi bagian dari Banyuwangi Festival dan upaya pengembangan seni, budaya, serta ekonomi kreatif daerah.

Sementara itu, Sigit Pramono menyampaikan apresiasinya atas dukungan berbagai pihak. “Kami juga ingin berterima kasih kepada Pemkab Banyuwangi, sponsor, dan semua pihak yang terus membuat Jazz Gunung ini relevan,” ujarnya.

Sebagai sponsor utama, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui aplikasi BRImo memudahkan transaksi pengunjung sekaligus mengajak generasi muda beradaptasi dengan gaya hidup digital.

BRI Jazz Gunung Series 3 akhirnya menutup malam dengan kesan mendalam, lebih dari sekadar agenda musik. Ini adalah perayaan pertemuan: antara musisi dan penonton, tradisi dan modernitas, nada dan alam. Di kaki Ijen, jazz bukan hanya terdengar, tapi terasa dan membekas lama setelah lampu panggung padam. (one/is/jnr)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular