Jombang-(satujurnal.com)
Lomba membatik dan fashion show ecoprint menjadi salah satu ajang paling seru dari rangkaian kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke’80 di SMPN 4 Kabupaten Jombang, Selasa (12/8/2025).
Keseruan lomba membatik ecoprint terlihat sejak proses kreatif dimulai. Dengan memanfaatkan bahan-bahan alami seperti daun dan bunga, para peserta , perwakilan kelas 7, 8, dan 9 , bereksperimen dengan berbagai teknik, seperti memukul atau mengukus, untuk menciptakan motif unik pada kain.
Prosesnya dimulai dengan membasahi kain putih, lalu membentangkannya di lantai. Daun dan bunga ditata sesuai kreativitas masing-masing, kemudian kain ditutup plastik, digulung, dan dikukus sekitar 10 menit hingga daun dan bunga layu. Hasilnya, motif alami tercetak pada kain, mirip hasil cetakan foto.
Tak kalah menarik, sesi fashion show ecoprint menghadirkan para siswi yang tampil percaya diri di atas panggung. Mereka mengenakan busana berbahan katun dan sutra organik dengan motif hasil karya sendiri. Antusiasme peserta memancar dari senyum dan gaya mereka saat berlenggak-lenggok memamerkan desain.
Salah satu peserta, Anisa Mahfiro dari kelas 8D, mengaku bangga bisa menampilkan busana ecoprint buatannya. “Senang, ini kedua kalinya saya ikut fashion show di sekolah. Fashion show tematik seperti ini menambah pengalaman dan melatih kreativitas,” ujarnya.
Anisa memilih konsep elegan untuk busana yang ia desain sendiri. “Bahannya satin dengan motif khas SMPN 4 Jombang,” terangnya.
Kepala SMPN 4 Jombang, Slamet Agus Tri mengatakan, lomba ini bertujuan mempertahankan kearifan lokal sekaligus memanfaatkan daun-daun yang ada di lingkungan sekolah. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana belajar keterampilan berbasis proyek yang bermanfaat setelah siswa lulus.
“Batik ecoprint di SMPN 4 Jombang murni karya siswa. Tidak hanya digunakan untuk kebutuhan sekolah seperti taplak meja dan seragam batik, tetapi juga dipasarkan. Keuntungan dari penjualan digunakan untuk mendukung kegiatan siswa. Kami juga beberapa kali diundang mengikuti ekspo atau pameran dagang di berbagai daerah,” katanya.(rial)



