Saturday, October 10, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoKick Off Hari Santri 2025 di Kota Mojokerto: Dari Resolusi Jihad hingga...

Kick Off Hari Santri 2025 di Kota Mojokerto: Dari Resolusi Jihad hingga Tantangan Peradaban Digital

Mojokerto-(satujurnal.com)
Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 resmi dimulai. Acara pembuka bertajuk Kick Off Hari Santri digelar di Pendapa Sabha Krida Tama Rumah Rakyat Kota Mojokerto, Senin (7/10/2025) malam. Momen ini menjadi penanda dimulainya sederet kegiatan keagamaan, kebudayaan, dan sosial yang akan berlangsung sepanjang 7–26 Oktober 2025.

Suasana malam itu terasa hangat dan khidmat. Wawali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi atau akrab disapa Cak Sandi, bersama Khatib Syuriah PBNU KH. M. Aunulloh A’la Habib, LC, Rois Syuriah PCNU Kota Mojokerto, serta Ketua PCNU KH. M. Shodiqin Marzuqon, menekan gimmick button sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian peringatan Hari Santri tahun ini.

Tak hanya itu, acara juga dirangkaikan dengan Launching Website PCNU Kota Mojokerto, simbol semangat digitalisasi dakwah dan pelayanan umat. Sejumlah kegiatan akan memeriahkan bulan santri di Mojokerto, mulai dari Bahtsul Masail, Ngaji Budaya, Pelatihan Jurnalistik Lanjutan, Khotmil Qur’an, Wayang Beber, Madrasah Falakiyah, hingga Lailatul Hadrah Ishari. Puncaknya akan ditandai dengan Apel Hari Santri, Ziarah Muassis NU, Liwetan Kubro, serta berbagai lomba keagamaan seperti MQK dan MTQ.

Dalam sambutannya, Cak Sandi menegaskan bahwa penetapan Hari Santri secara nasional sejak tahun 2015 merupakan bentuk pengakuan negara terhadap peran santri dan ulama dalam menjaga keutuhan NKRI.

“22 Oktober 1945, ketika Kiai Hasyim Asy’ari dan para ulama Nahdlatul Ulama mengumandangkan Resolusi Jihad. Seruan itu mewajibkan umat Islam, terutama para santri, mempertahankan kemerdekaan dari ancaman penjajahan. Semangat inilah yang menyalakan api perlawanan hingga meletus pertempuran 10 November di Surabaya,” tutur Cak Sandi.

Tahun ini, Hari Santri mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia.” Menurut Cak Sandi, tema tersebut menjadi pengingat agar santri tetap menjaga kedaulatan bangsa dari berbagai ancaman, baik fisik, ideologi, maupun digital.

“Santri masa kini tidak cukup hanya mengaji dan berdakwah. Mereka juga harus menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan ekonomi, namun tetap berakar pada akhlak mulia,” ujarnya.

Cak Sandi juga menyoroti pentingnya pesantren sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Ia menyebut pesantren kini berperan sebagai inkubator ekonomi umat, pusat literasi, sekaligus laboratorium kebudayaan.

“Dari Kota Mojokerto, kita nyalakan peradaban. Santri yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing global. Mari rayakan Hari Santri ke-10 ini sebagai komitmen melawan kezaliman dan menegakkan kebaikan,” pesannya.

Pemerintah Kota Mojokerto turut menyampaikan apresiasi kepada PCNU Kota Mojokerto yang menjadi motor utama peringatan tahun ini.

“Semoga seluruh rangkaian acara Hari Santri Nasional 2025 berjalan lancar, dari kick off malam ini hingga puncak peringatan pada 26 Oktober mendatang,” tutupnya.(one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular