Wednesday, October 7, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoDari Kota Mojokerto, Semangat Majapahit Menggema di Hari Jadi ke-80 Jawa Timur

Dari Kota Mojokerto, Semangat Majapahit Menggema di Hari Jadi ke-80 Jawa Timur

Mojokerto-(satujurnal.com)
Menyambut Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota Mojokerto menggelar upacara di halaman Balai Kota Mojokerto, Jalan Gajah Mada No. 145, pada Minggu (12/10/2025).

Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, dan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Seluruh peserta mengenakan pakaian adat khas Jawa Timur yang menambah nuansa kebanggaan daerah.

Acara juga diselingi penampilan Tari Jurit Sandi Mojopahit dari Sanggar Tari Jankenes Meri, yang menampilkan semangat perjuangan Majapahit dalam balutan artistik modern.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bertindak sebagai inspektur upacara dan membacakan sambutan Gubernur Jawa Timur. Dalam pesannya, Gubernur menegaskan bahwa delapan dekade perjalanan Jawa Timur adalah bukti daya tahan, kerja keras, dan kreativitas masyarakatnya.

Dengan mengusung tema “Jatim Tangguh, Terus Bertumbuh”, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kebersamaan dan sinergi menuju masa depan yang lebih maju dan berkelanjutan.

“Dari Bumi Majapahit, kita terus menyalakan semangat persatuan dan kemajuan. Jawa Timur akan terus menjadi rumah bagi harapan, laboratorium inovasi, dan pusat pertumbuhan yang menginspirasi Indonesia,” demikian petikan sambutan yang dibacakan Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto.

Momentum peringatan tahun ini juga menjadi ajang refleksi atas capaian Jawa Timur sebagai salah satu lokomotif ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi Jatim pada triwulan II tahun 2025 tercatat mencapai 5,23 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Sementara tingkat kemiskinan berhasil ditekan hingga 9,5 persen, dan kemiskinan ekstrem turun signifikan menjadi 0,66 persen.

Gubernur juga menyoroti peran penting sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional. Dengan produksi padi lebih dari 12 juta ton, Jawa Timur kembali menegaskan posisinya sebagai lumbung pangan terbesar di Indonesia.

Tak hanya itu, Jawa Timur juga mencatat prestasi dalam bidang pendidikan, lingkungan hidup, dan inovasi. Provinsi ini dinobatkan sebagai peringkat pertama nasional dalam implementasi ekonomi hijau dan transisi berkelanjutan, serta memiliki jumlah desa mandiri terbanyak di Indonesia.

Sementara itu, Kepala Bagian Pemerintahan Kota Mojokerto, Jujuk Nurdiansyah, A.Md., LLAJ, turut membacakan sejarah singkat terbentuknya Provinsi Jawa Timur.

Dalam paparannya disebutkan, penetapan 12 Oktober 1945 sebagai Hari Jadi Provinsi Jawa Timur berawal dari momen ketika R.M.T. Soerjo, Gubernur pertama Jatim, secara resmi memindahkan pusat pemerintahan ke Surabaya. Peristiwa itu menandai berputarnya roda pemerintahan provinsi setelah kemerdekaan Indonesia.

Penetapan ini kemudian diresmikan melalui Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 6 Tahun 2007, yang menetapkan tanggal 12 Oktober sebagai Hari Jadi Jawa Timur dan diperingati setiap tahun di seluruh kabupaten/kota.

Dengan semangat “Bumi Majapahit” yang melekat kuat di Kota Mojokerto, upacara peringatan ini menjadi pengingat akan akar sejarah Jawa Timur yang panjang, dari prasasti kuno Kanjuruhan, kejayaan Majapahit, hingga lahirnya Provinsi modern yang terus tumbuh dan tangguh. (one)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular