Mojokerto-(satujurnal.com)
Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), berkunjung ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 15 Mojokerto, Sabtu (11/10/2025) malam. Kunjungan tersebut berlangsung hangat dan penuh haru, saat para siswa menyambutnya dengan puisi dan pidato Bahasa Inggris. Salah satu siswa bahkan membacakan puisi reflektif tentang perjuangan bisa bersekolah, yang disambut tepuk tangan meriah dari seluruh tamu undangan.
Selain puisi, siswa bernama Amanda Rachmatya Meisyah tampil percaya diri membawakan pidato Bahasa Inggris di hadapan Menteri Sosial. Gus Ipul mengapresiasi kepercayaan diri dan disiplin para siswa, yang menurutnya merupakan buah dari kesabaran para guru serta pendamping sekolah rakyat dalam membimbing anak-anak dari berbagai latar belakang sosial.
Kedatangan Gus Ipul turut disambut oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko, beserta jajaran Forkopimcam, guru, dan orang tua siswa. Dalam sambutannya, Teguh melaporkan bahwa kegiatan belajar di SRMP Mojokerto berjalan lancar, dengan 13 tenaga pendidik dan 50 siswa yang tinggal di asrama. Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga telah mengalokasikan Rp8 miliar dari APBD 2025 untuk memperluas program sekolah rakyat di wilayah Jatirejo.
Menanggapi laporan tersebut, Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan gagasan langsung Presiden RI Prabowo Subianto. Ia menyebut program ini sebagai upaya negara memastikan anak-anak dari keluarga miskin bisa bersekolah dengan layak dan bermartabat. “Presiden ingin kita menoleh kepada keluarga yang selama ini mungkin suaranya belum terdengar, tetapi setiap hari mereka berdoa untuk Indonesia,” ujarnya.
Menurut Gus Ipul, pembangunan sekolah rakyat di Mojokerto akan mencakup gedung belajar, asrama, laboratorium, perpustakaan, aula, dapur umum, dan lapangan olahraga. Pembangunan fisik akan dibiayai dari APBN Kementerian Sosial dengan dukungan lintas kementerian serta pemerintah daerah. “Sekolah Rakyat terbuka untuk semua anak, tanpa memandang kemampuan akademik awal mereka. Kalau anaknya belum bisa apa-apa, tidak masalah. Justru di sinilah mereka akan diajari sampai bisa,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran pendamping sosial agar program ini berjalan efektif. Pendaftaran siswa dilakukan secara transparan berbasis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar tepat sasaran bagi keluarga prasejahtera. “Tugas kita bukan sekadar mengantarkan bantuan, tapi memastikan pendidikan benar-benar berjalan,” ujar Gus Ipul menutup kunjungan.(one)



