Jombang-(satujurnal.com)
PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Mojokerto kembali menyalakan harapan bagi masyarakat kurang mampu lewat program Light Up The Dream (LUTD). Kali ini, bantuan berupa pemasangan listrik gratis diberikan kepada warga Kabupaten Jombang dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-80.
Manajer PLN UP3 Mojokerto, Muhamad Syafdinur, mengatakan program ini merupakan bentuk komitmen PLN untuk membantu warga yang sangat membutuhkan akses listrik namun terkendala biaya pemasangan.
“Program ini berkelanjutan. Kami bantu warga yang benar-benar membutuhkan dengan penyalaan listrik secara gratis dan tarif subsidi, supaya mereka bisa hidup lebih produktif,” ujar Syafdinur saat kegiatan penyalaan listrik di Jombang, Kamis (16/10/2025).
Menurutnya, program LUTD digelar serentak di seluruh Indonesia dalam rangka HLN, namun sejatinya dilakukan rutin setiap bulan di berbagai daerah, bergilir sesuai kebutuhan dan hasil verifikasi data warga.
“Kami terus lanjutkan program ini agar masyarakat kurang mampu bisa mendapatkan haknya atas listrik. Di Jombang, sudah ada tiga pelanggan yang menerima bantuan ini. Data calon penerima lainnya masih dalam proses penyisiran dan verifikasi,” jelasnya.
Syafdinur menambahkan, kriteria penerima bantuan mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Warga yang belum memiliki sambungan listrik dan tergolong kurang mampu menjadi prioritas.
“Kalau di Jombang, secara umum warga yang benar-benar belum memiliki listrik itu hampir tidak ada. Tapi masih banyak yang menyalur ke rumah tetangga karena alasan ekonomi. Nah, kondisi seperti ini yang jadi sasaran kami,” terangnya.
PLN, kata dia, juga mengingatkan bahwa praktik menyambung listrik dari rumah tetangga tidak disarankan karena berisiko membahayakan keselamatan.
“Kami sedang mengumpulkan data dari perangkat desa, RT, dan RW untuk mendeteksi warga yang masih menyalur. Kalau memenuhi syarat, akan kami masukkan dalam program RUTD,” imbuhnya.
Untuk rumah penerima bantuan, PLN memasang daya 450 VA dengan tarif subsidi. Setelah pemasangan, warga cukup membeli token listrik sesuai kemampuan dengan harga subsidi yang lebih terjangkau.
Salah satu penerima manfaat program ini adalah Ida Rahmawati (43), warga Desa Dapurkejambon, Kecamatan/Kabupaten Jombang. Ia mengaku lega dan bersyukur setelah rumahnya kini memiliki sambungan listrik sendiri.
“Saya dapat info dari Pak RW, lalu didata dan disurvei oleh petugas PLN. Dulu saya menyalur listrik dari tetangga karena belum mampu pasang sendiri,” tutur Ida yang bekerja sebagai penjaga toko di Pasar Legi Jombang.
Ida tinggal bersama dua anak perempuannya setelah suaminya meninggal lima tahun lalu. Selama dua tahun terakhir, ia mengandalkan sambungan listrik dari tetangga untuk kebutuhan sehari-hari.
“Alhamdulillah sekarang sudah dipasang gratis. Terima kasih PLN, semoga program seperti ini terus berlanjut,” ungkapnya haru.(rial)



