Friday, October 9, 2026
spot_img
HomePolitik dan PemerintahanMenuju Musda XI Golkar Kota Mojokerto: Panggung Suksesi dan Uji Loyalitas Kader

Menuju Musda XI Golkar Kota Mojokerto: Panggung Suksesi dan Uji Loyalitas Kader

Mojokerto-(satujurnal.com)
DPD Partai Golkar Kota Mojokerto bersiap menggelar Musyawarah Daerah (Musda) XI, sebuah forum politik penting yang akan menentukan arah kepemimpinan baru partai berlambang pohon beringin itu untuk periode 2025–2030.
Ajang ini dijadwalkan berlangsung 23 Oktober 2025 di De Resort Hotel, Jalan Bypass. Sementara pendaftaran bakal calon ketua hanya dibuka satu hari, yakni 21 Oktober 2025.

Plt Ketua DPD Partai Golkar Kota Mojokerto, Julianto PH, menegaskan Musda bukan sekadar ritual organisasi, melainkan mekanisme politik yang menunjukkan kedewasaan partai.

“Suksesi kepemimpinan di Golkar itu diputuskan lewat musyawarah. Semua kader punya ruang yang sama, tapi ruang itu dibingkai oleh aturan organisasi,” ujarnya dalam konferensi pers di kantor DPD Golkar, Jalan Jawa, Senin (20/10/2025).

Menurutnya, sejarah Golkar di Kota Mojokerto adalah cermin regenerasi yang terus dijaga lintas generasi.

“Regenerasi adalah roh Golkar. Tanpa semangat itu, partai akan kehilangan daya hidupnya,” tandasnya.

Ketua Steering Committee (SC) Musda XI, Kusijanto, memastikan seluruh proses berjalan dengan disiplin dan transparan. Ia menegaskan, calon ketua wajib memenuhi sembilan syarat utama sebagaimana diatur dalam AD/ART Partai Golkar dan Juklak 02 tentang Musyawarah Daerah.

“Kami tidak membuka ruang abu-abu. Semua bakal calon harus memenuhi sembilan syarat utama sebagaimana juklak. Ini penting agar kepemimpinan yang lahir punya legitimasi penuh dan kualitas politik yang terukur,” tegas Kusijanto.

Syarat itu meliputi pengalaman minimal lima tahun sebagai pengurus Golkar atau hasta karya, pendidikan minimal S1, keaktifan sebagai kader selama lima tahun tanpa berpindah partai, memiliki sertifikat kaderisasi, dan tentu saja PDLT — prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela.

Selain itu, calon juga tidak boleh memiliki rekam jejak kelam dan wajib mengantongi dukungan minimal 30 persen dari delapan pemilik suara sah, yakni DPD Provinsi, DPD Kota, Dewan Pertimbangan, organisasi pendiri dan yang didirikan, serta tiga pimpinan kecamatan se-Kota Mojokerto.

Bagi internal partai, Musda XI bukan hanya ajang pemilihan ketua, tapi juga medan konsolidasi kekuatan politik menjelang siklus elektoral berikutnya. Selain memilih ketua, Musda juga akan membahas laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2020–2025 serta program kerja lima tahun ke depan.

Dengan semangat musyawarah dan keterbukaan politik yang dijaga, Musda XI diyakini akan menjadi titik balik bagi Golkar Kota Mojokerto.
Beringin tua itu tengah menata akarnya kembali, menyiapkan diri menghadapi kontestasi lokal yang semakin kompetitif menuju 2029.

Julianto menutup konferensi pers dengan pesan tegas:

“Musda ini bukan tentang siapa yang menang atau kalah. Ini tentang bagaimana Golkar tetap menjadi partai besar, partai kader, dan partai yang selalu siap menjemput masa depan,” cetusnya. (one)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular