Jombang-(satujurnal.com)
Ada yang berbeda di Polres Jombang pada peringatan Hari Santri Nasional, Selasa (22/10/2025). Seluruh petugas di unit pelayanan masyarakat tampil dengan busana muslim, menggantikan seragam dinas yang biasa mereka kenakan.
Pemandangan ini tampak di berbagai unit, mulai dari pelayanan SIM, penerbitan SKCK, hingga Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Polisi laki-laki mengenakan baju koko dan peci, sementara para polwan tampil anggun dengan busana gamis.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa dan perjuangan para santri serta ulama dalam merebut kemerdekaan Indonesia. Selain itu, tampilan bernuansa religius ini menciptakan suasana pelayanan yang lebih akrab, santai, dan humanis.
“Petugasnya ramah sekali, suasananya juga terasa lebih santai karena mereka berpakaian seperti santri,” ujar Deni Setyanita, pemohon SIM yang datang untuk memperpanjang masa berlaku SIM-nya.
“Menurut saya bagus sekali, jadi terasa lebih dekat dan nyaman,” tambahnya.
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menyampaikan bahwa momentum Hari Santri menjadi pengingat bagi anggota Polri untuk meneladani semangat perjuangan dan nasionalisme para santri.
“Cinta tanah air adalah bagian dari iman. Semangat itulah yang kami bawa dalam pelayanan hari ini,” ujarnya. “Kami berharap nilai-nilai perjuangan dan religiusitas para santri dapat menjadi teladan bagi seluruh anggota Polri dalam melayani masyarakat dengan lebih baik dan berakhlak.”
AKBP Ardi juga berharap, sinergi antara kepolisian dan kalangan pesantren terus terjalin dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat di wilayah Jombang.(rial)



