Sunday, October 11, 2026
spot_img
HomeCatatan dari TepiMojowarto dan Spirit of Mojopahit: Dari Tabloid ke Flipbook, dari Informasi ke...

Mojowarto dan Spirit of Mojopahit: Dari Tabloid ke Flipbook, dari Informasi ke Inspirasi

Kota Mojokerto kini punya wajah baru dalam dunia publikasi pemerintah. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) resmi meluncurkan majalah digital bulanan Mojowarto, sebuah kilasan berita dan program seputar Kota Mojokerto yang dikemas lebih modern dan interaktif.

Formatnya tak lagi tabloid cetak yang dulu beredar dan ditempel di lebih dari seratus papan baca di lingkungan, kampung, kantor kelurahan dan kecamatan. Kini, publikasi itu hadir dalam bentuk flipbook digital yang bisa dibaca kapan saja melalui gawai.
Masyarakat dapat mengaksesnya dengan mudah di tautan: https://fliphtml5.com/bookcase/qwiuc/.

Sebuah langkah kecil tapi bermakna besar, dari tinta ke layar, dari halaman kertas ke ruang digital yang tak berbatas.

Dari Palapa ke Mojowarto: Evolusi Sebuah Ruang Informasi

Mojowarto seolah menjadi penerus Tabloid Palapa, publikasi cetak resmi Pemkot Mojokerto yang sudah tidak lagi terbit sejak 2018 silam.
Pada masanya, Palapa menjadi saluran utama penyebaran berita kegiatan pemerintah, liputan kunjungan wali kota, dan program pembangunan.

Kini, Mojowarto hadir sebagai versi digital yang bertransformasi penuh, menyesuaikan dengan pola konsumsi informasi masyarakat yang lebih visual, cepat, dan mobile. Ia tidak hanya menjadi media penyampai kabar, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan publik digital, terutama generasi muda.

Antara Informasi dan Inspirasi

Kekuatan Mojowarto bukan hanya pada tampilannya yang segar, tetapi juga pada niat di balik penerbitannya.
Dalam editorial “Dari Redaksi”, tersurat semangat untuk menjadikan majalah ini sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Ia tidak hanya menjadi katalog program, tetapi juga ruang apresiasi bagi inovasi, prestasi, dan kisah inspiratif dari warga maupun aparatur.

Kota Mojokerto tampak lebih dari sekadar entitas administratif. Ia hadir sebagai ruang hidup yang terus bergerak. Kota kecil dengan semangat besar.

Gaya Gen-Z dan Sentuhan Mojopahit

Edisi perdana Mojowarto (Oktober 2025) tampil memesona. Sampul depannya menampilkan sosok penari dengan busana kreasi Mojopahitan , simbol “Spirit of Mojopahit” yang menjadi tema edisi ini. Perpaduan warna oranye bata dan tipografi lembut menghadirkan kesan elegan sekaligus energik. Sebuah dialog visual antara tradisi dan modernitas.

Tampilan visualnya ringan, bersih, dan dinamis , sangat “Gen Z”. Tulisan yang tidak kaku, desain yang lapang, serta foto-foto yang bercerita menjadikan majalah ini terasa seperti lifestyle magazine, alih-alih buletin dinas yang formal.

Dua maskot digital, GAMA dan KOMO, menjadi metafora yang cerdas. GAMA digambarkan sebagai pemuda Kota Mojokerto yang kreatif dan ekspresif, sementara KOMO, tas selempang berbentuk kucing dengan teknologi AI, melambangkan komunikasi publik yang cerdas dan bersahabat. Keduanya menjadi simbol pendekatan baru pemerintah yang lebih terbuka dan berjiwa muda.

Informasi yang Menginspirasi

Edisi perdana Mojowarto dengan 20 halaman (termasuk cover) memadukan berita program pemerintah, rubrik komunitas, hingga edukasi publik.
Setiap halaman dirancang dengan keseimbangan antara teks dan visual, membuatnya mudah dibaca dan tidak membosankan.

Beberapa rubrik menarik di antaranya:

Fokus Program. Mengangkat Peringatan Bulan PRB ke-12, Bumi Majapahit Jadi Tuan Rumah. Kota Mojokerto dipercaya menjadi area kegiatan nasional Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2025 , sebuah pengakuan atas kesiapan kota kecil dalam manajemen bencana.

UMKM dan Ekonomi. Memasang judul UMKM Kota Mojokerto “Digerojok” Pelatihan. Liputan tentang komitmen Wali Kota Ika Puspitasari dalam mendorong pelaku UMKM naik kelas melalui pelatihan berkelanjutan.

Komunitas dan Budaya. Mengulas langkah konkrit Menjaga Bumi dari Limbah Organik. Kisah komunitas relawan Eco Enzyme Mojokerto yang mengubah sisa dapur menjadi berkah lingkungan, cerita sederhana tapi menginspirasi.

Edukasi dan Inovasi. Mengabarkan beragam inovasi layanan terpadu yang memudahkan proses perizinan usaha mikro, bukti nyata birokrasi yang makin adaptif dan dekat dengan masyarakat dalam berita berjudul Pemkot Hadirkan Klinik PERISAI

“Spirit of Mojopahit” dan Lima Fakta Tentang Kota Kecil dengan Semangat Besar

Salah satu rubrik paling ringan sekaligus menarik dalam edisi perdana Mojowarto adalah “6 Fakta Menarik Tentang Kota Mojokerto”.
Rubrik ini tampil atraktif dengan latar foto Tugu Proklamasi yang menjulang di Alun-alun Wiraraja Kota Mojokerto, ikon kebanggaan yang setiap malam bersinar seperti obor kecil di langit kota ini.

Namun ada hal kecil yang justru membuatnya terasa hangat dan manusiawi. Judulnya menyebut enam fakta, tetapi yang tertulis hanya lima.
Sebuah “plesetan redaksi” yang mengundang senyum.
Barangkali satu fakta itu hilang di antara semangat menyusun konten, atau mungkin sengaja dibiarkan seperti rahasia kecil yang membuat pembaca penasaran. Isi yang ringkas, tapi membangun identitas

Kelima fakta yang tertulis cukup representatif menggambarkan karakter Kota Mojokerto hari ini:

Kota Terinovatif se-Indonesia
Dua tahun berturut-turut meraih Innovative Government Award (IGA) dari Kementerian Dalam Negeri, capaian besar untuk kota kecil seluas 20,48 km².

Kota Sepatu
Warisan industri rumahan yang bertahan lintas generasi, dari bengkel sederhana hingga Pusat Grosir Sepatu (PGS) di Kranggan. Identitas yang tetap hidup meski industri modern tumbuh pesat.

Presiden RI Pertama, Soekarno, Pernah Tinggal dan Bersekolah di Kota Mojokerto
Fakta historis yang menegaskan peran Kota Mojokerto dalam perjalanan tokoh besar bangsa. Di sinilah Soekarno kecil menimba ilmu antara 1908–1916.

Kota Wisata Sejarah dan Budaya
Jejak Majapahit dan Soekarno berpadu dalam narasi pariwisata yang berkarakter. Pemerintah memperkaya fasilitas publik seperti Taman Bahari Majapahit (TBM) dan mendukung pengembangan KSPN Trowulan.

Wisata Kuliner
Dari onde-onde legendaris hingga food court modern, Kota Mojokerto menegaskan dirinya sebagai kota kecil dengan selera besar.

Fakta Keenam yang Tak Tertulis: Semangat Warganya

Jika boleh menebak, “fakta keenam” yang terlewat itu mungkin bukan karena kesalahan teknis, melainkan karena tidak perlu ditulis.
Fakta itu adalah semangat warganya sendiri, semangat yang membuat Kota Mojokerto terus bergerak, berinovasi, dan menjaga warisan sejarahnya di tengah perubahan zaman.

Sebuah kota kecil dengan daya hidup besar; tempat di mana masa lalu dan masa depan bertemu dalam harmoni.

Dari Informasi ke Inspirasi

Dengan Mojowarto, Diskominfo Kota Mojokerto menunjukkan bahwa komunikasi publik bisa tampil cerdas, kreatif, dan membumi. Majalah digital ini tidak hanya mendokumentasikan program, tetapi juga memotret denyut kehidupan kota, dari lorong sejarah Mojopahit hingga langkah kecil warganya di era digital.

Selamat datang, Mojowarto.
Semoga setiap edisi menjadi ruang inspirasi baru bagi Kota Mojokerto yang terus bertumbuh dalam semangat Spirit of Mojopahit. (Ridwan)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular