Friday, October 9, 2026
spot_img
HomeNasionalLebih Modern dan Edukatif, GMS 2025 Usung Lima Zona Sejarah Jawa Timur

Lebih Modern dan Edukatif, GMS 2025 Usung Lima Zona Sejarah Jawa Timur

Surabaya-(satujurnal.com)
Memperingati Hari Pahlawan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jatim kembali menggelar ajang legendaris Gerak Jalan Mojokerto–Surabaya (GMS) 2025 pada 15 November mendatang. Tahun ini, kegiatan yang sarat nilai perjuangan itu mengusung tema “Perjalanan Waktu Menuju Gerbang Baru Nusantara.”

Gerak jalan sejauh 55 kilometer ini akan menempuh rute dari Lapangan Surodinawan, Kota Mojokerto, hingga Tugu Pahlawan, Surabaya. Pendaftaran peserta telah resmi dibuka pada 30 Oktober 2025 dan dapat dilakukan secara online melalui laman gms2025.id hingga 14 November, atau offline di Kantor Dispora Jatim Jalan Kayoon, Surabaya, serta Dispora Kota Mojokerto mulai 8–14 November pukul 09.00–15.00 WIB.

Kepala Dispora Jatim, M. Hadi Wawan Guntoro, mengajak masyarakat Jawa Timur untuk berpartisipasi. “Kegiatan ini gratis, tapi peserta diimbau membaca syarat dan ketentuan agar pelaksanaan berjalan aman dan nyaman,” ujarnya. Peserta diwajibkan berusia minimal 17 tahun dan menyertakan surat izin orang tua bagi yang belum 18 tahun, serta melampirkan surat keterangan sehat dan fotokopi kartu BPJS Kesehatan.

Tahun ini, GMS tampil dengan konsep baru bertajuk Lima Zona Sejarah Jawa Timur, yang membawa peserta menjelajahi perjalanan waktu — mulai dari kejayaan Majapahit, masa Pra-Kemerdekaan, Episentrum Kemerdekaan, Era Pembangunan 1980-an, hingga Jawa Timur Kini dan Masa Depan bertema “Gerbang Baru Nusantara.” Setiap zona akan diwarnai atraksi budaya, panggung rakyat, hingga pelibatan UMKM dan relawan.

Untuk mendukung kelancaran teknis, Dispora Jatim bekerja sama dengan Dinas Kominfo Jatim dalam penyediaan sistem pendaftaran daring serta teknologi pelacakan GPS guna memantau posisi peserta secara real-time. “Kami ingin menghadirkan GMS yang modern tanpa kehilangan nilai sejarahnya. Teknologi kami gunakan untuk menjaga transparansi dan keamanan peserta,” tambah Wawan.

Dispora Jatim menargetkan 5.000 hingga 8.000 peserta dari berbagai daerah. Selain sebagai ajang olahraga dan napak tilas perjuangan, GMS juga diharapkan menjadi wadah literasi budaya dan wisata sejarah. “Mari sukseskan Gerak Jalan Mojokerto–Surabaya 2025. Hidupkan terus semangat perjuangan di hati masyarakat Jawa Timur,” pungkasnya.(one/jnr)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular