Friday, October 9, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoNing Ita Paparkan Inovasi Gaman Majapahit dan Kencana Mojo di Ajang IGA...

Ning Ita Paparkan Inovasi Gaman Majapahit dan Kencana Mojo di Ajang IGA 2025 Kemendagri

Mojokerto-(satujurnal.com)
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, kembali menorehkan prestasi membanggakan. Kota Mojokerto resmi masuk nominasi Innovative Government Award (IGA) 2025, ajang penghargaan tahunan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang diberikan kepada kepala daerah berinovasi dalam meningkatkan pelayanan publik, efisiensi pemerintahan, dan kesejahteraan masyarakat.

Presentasi kepala daerah kategori kota berlangsung di Ruang Sidang Utama Kemendagri dan Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN), Jakarta, pada Kamis (6/11/2025). Acara tersebut juga disiarkan langsung melalui kanal YouTube BSKDN. Selain Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokert, hadir pula sejumlah kepala daerah seperti Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Wali Kota Palembang Ratu Dewa, dan Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto.

IGA 2025 menilai inovasi daerah berdasarkan kesesuaian dengan RPJMD, dukungan regulasi, kolaborasi lintas sektor, dampak terhadap pelayanan publik, hingga keberlanjutan program. Kota Mojokerto berhasil lolos ke tahap presentasi setelah melalui proses panjang sejak Juni hingga Agustus 2025 melalui aplikasi Indeks Inovasi Daerah (IID). Tahapan berikutnya adalah verifikasi lapangan sebelum pemenang diumumkan pada akhir tahun.

Dalam ajang ini, Pemkot Mojokerto menonjolkan dua inovasi unggulan, yakni Gaman Majapahit dan Kencana Mojo, yang dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara efisien dan berkelanjutan. Gaman Majapahit merupakan inovasi di bidang pendapatan daerah yang berawal dari terobosan pembayaran pajak menggunakan sampah, kemudian dikembangkan menjadi platform digital dengan fitur geo tagging untuk pemetaan objek pajak. Program ini terbukti meningkatkan realisasi pajak daerah dari Rp66,2 miliar pada 2022 menjadi Rp90,94 miliar pada 2024.

Sementara itu, Kencana Mojo berfokus pada peningkatan layanan kesehatan masyarakat, khususnya pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM). Melalui sistem door to door dan layanan 24 jam yang didukung tim PSC 119, program ini berhasil meningkatkan pengendalian hipertensi dari 49,25 persen pada 2023 menjadi 85,11 persen pada 2024, serta pengendalian diabetes dari 4,46 persen menjadi 24,19 persen.

Keberhasilan dua inovasi tersebut tak lepas dari kolaborasi pentahelix yang melibatkan perguruan tinggi, sektor swasta, media, dan masyarakat. Pemerintah Kota Mojokerto menggandeng Universitas Negeri Surabaya dan Universitas Brawijaya sebagai mitra akademik, serta menyiapkan anggaran khusus melalui Bapperida untuk mendorong riset dan inovasi lintas perangkat daerah.

Dari sisi manajerial, Bapperida Kota Mojokerto menjadi koordinator riset dan inovasi daerah dengan dukungan anggaran sebesar Rp3,7 miliar untuk 245 inovasi di berbagai perangkat daerah. Model pembiayaan ini memungkinkan setiap instansi terus mengembangkan ide berbasis kebutuhan warga dan data lapangan.

Dengan pengalaman meraih peringkat 1 nasional pada IGA 2022 dan 2023, Kota Mojokerto kini berpeluang kembali menorehkan prestasi serupa. “Inovasi tidak harus besar, tapi harus solutif, aplikatif, dan berorientasi pada kebutuhan warga,” ujar Ning Ita. Ia berharap semangat inovasi terus menjadi budaya kerja ASN Kota Mojokerto agar kota kecil ini tetap menjadi contoh bagi daerah lain dalam tata kelola pemerintahan yang kreatif dan responsif.(one)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular