Friday, October 9, 2026
spot_img
HomeNasionalKeluarga Gus Dur: Gelar Pahlawan Nasional adalah Pengakuan untuk Sang Pahlawan Rakyat

Keluarga Gus Dur: Gelar Pahlawan Nasional adalah Pengakuan untuk Sang Pahlawan Rakyat

Jombang-(satujurnal.com)
Nyai Hj. Sinta Nuriyah Wahid berziarah ke pusara suaminya, almarhum Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), di kompleks pemakaman keluarga Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Selasa (11/11/2025).

Ia didampingi putri sulungnya, Yenny Wahid, dan sejumlah kerabat dekat.

Ziarah itu dilakukan sehari setelah pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Gus Dur. Penganugerahan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada Jumat, 10 November 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.

Sesaat setelah tahlil dan tabur bunga, Sinta Nuriyah menyampaikan kepada awak media bahwa Gus Dur meninggalkan warisan (legacy) yang terus melekat di hati masyarakat.

Menurutnya, gelar pahlawan itu bukanlah hal yang luar biasa.

“Bagi saya, Gus Dur bukan hanya Pahlawan Nasional, ia adalah pahlawan rakyat,” ucap Shinta Nuriyah Wahid.

“Pemikiran tentang kemanusiaan, keadilan, demokrasi, toleransi, terutama politik, tidak akan pernah luntur. Ia menjadi pegangan moral yang diperjuangkan masyarakat, terutama di masa bangsa ini seperti pusaran angin, bergerak ke berbagai arah tanpa pegangan kokoh,” ujarnya.

Warisan itu, lanjutnya, tidak akan luntur dan pasti selalu hidup di tengah masyarakat, serta akan diperjuangkan oleh masyarakat.

Kedekatan rakyat dengan Gus Dur tidak pernah surut, bahkan setelah beliau wafat. “Itu bukti bahwa Gus Dur hidup di hati rakyat, bukan hanya tercatat di sejarah negara,” katanya.

Pahlawan Rakyat yang Hidup di Ingatan

Sejak wafat pada 30 Desember 2009, makam Gus Dur di Tebuireng tak pernah sepi. Setiap hari, ribuan peziarah datang dari berbagai daerah, membawa doa dan kenangan. Ada yang datang karena rasa hormat kepada tokoh bangsa, ada pula yang sekadar ingin menenangkan diri di hadapan sosok yang mereka anggap wali.

“Pemikiran Gus Dur akan selalu hidup selamanya,” terang Sinta Nuriyah.

Yenny Wahid: Pahlawan Nasional Sekaligus Pahlawan Rakyat

Putri sulung Gus Dur, Yenny Wahid, yang mendampingi ibundanya dalam ziarah, juga menegaskan makna simbolik penganugerahan tersebut.

“Dengan kerendahan hati, kami menerima gelar ini,” katanya.

“Itu adalah pengakuan negara atas nilai-nilai perjuangan Gus Dur. Tapi yang lebih penting daripada menjadi Pahlawan Nasional adalah tetap menjadi Pahlawan Rakyat, sosok yang dikenang, dicintai, dan diteladani oleh masyarakat tanpa paksaan,” kata Yenny.

Bagi keluarga besar Gus Dur, penghargaan ini bukan akhir dari perjalanan mengenang. Justru menjadi pengingat agar nilai-nilai perjuangan beliau tentang keberagaman, demokrasi, dan kemanusiaan diteruskan lintas generasi.

Tentang Gus Dur

KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur lahir di Jombang, 7 September 1940. Ia dikenal sebagai tokoh besar Nahdlatul Ulama (NU) dan Presiden Republik Indonesia ke-4 (1999–2001). Gus Dur bukan hanya pemimpin politik, tetapi juga pembela kemanusiaan, penegak keadilan, dan pejuang toleransi lintas agama.

Julukan “Gus” adalah panggilan kehormatan bagi keturunan kiai, sementara “Dur” berasal dari nama aslinya, Abdurrahman.

Gus Dur wafat pada hari Rabu, 30 Desember 2009 sekitar pukul 18.45 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang,

Pada 10 November 2025, melalui Keputusan Presiden Nomor 116/TK/Tahun 2025, pemerintah secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Gus Dur atas jasa luar biasa dalam memperjuangkan demokrasi dan hak asasi manusia di Indonesia. Gelar itu menambah panjang daftar penghormatan simbolik bagi sosok yang sudah lama disebut rakyat sebagai “Bapak Demokrasi Indonesia”.

Namun, bagi banyak orang, gelar itu sekadar pengesahan formal atas sesuatu yang sudah lama hidup di dada rakyat, bahwa Gus Dur, bahkan setelah tiada, tetap menjadi pahlawan yang tak memerlukan gelar.(rial)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular