Wednesday, October 7, 2026
spot_img
HomeRegionalKabupaten JombangPelarian Berakhir di Lampung: Suami Siri Pembunuh Lansia Mojoagung Akhirnya Diciduk

Pelarian Berakhir di Lampung: Suami Siri Pembunuh Lansia Mojoagung Akhirnya Diciduk

Jombang-(satujurnal.com)
Setelah buron lebih dari sepekan, polisi akhirnya menangkap Purnomo, terduga pelaku pembunuhan Tri Retno Jumilah (60), lansia asal Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung, Jombang. Pelaku yang merupakan suami siri korban, diringkus aparat Satreskrim Polres Jombang saat bersembunyi di sebuah kamar kos di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, Jumat (21/11/2025) sekitar pukul 23.15 WIB.

“Benar, pelaku kami amankan di Lampung Timur. Dia adalah suami siri korban,” ungkap Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, Sabtu (22/11/2025).

Penangkapan dilakukan di Desa Rajasa Baru, Kecamatan Mataram Baru. Berdasarkan penyelidikan, Purnomo kabur menggunakan bus pada Minggu pagi usai kejadian.

“Pelaku naik bus dari Mojoagung ke Merak, lalu menyeberang ke Lampung. Ia memilih lokasi itu karena punya riwayat bekerja di Lampung Tengah sepuluh tahun lalu,” terang Dimas.

Selama di Lampung, Purnomo tinggal di kamar kos milik rekannya semasa bekerja di bengkel vulkanisir ban.

Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui membunuh korban pada Minggu malam, 9 November 2025. Motif sementara adalah sakit hati karena merasa sering dihina dan diusir saat bertengkar.

“Pengakuan pelaku, dia merasa sering dihina, diejek, bahkan diusir dari rumah jika bertengkar. Dari pengakuan pelaku, sakit hati itu yang memicu pembunuhan,” jelas Dimas.

Barang bukti yang disita meliputi satu buah linggis, selimut dan bantal yang digunakan menutupi korban, serta uang tunai dan perhiasan milik korban yang dibawa kabur.

Sebelumnya, misteri kematian Tri Retno terungkap setelah hasil otopsi menunjukkan korban meninggal akibat kekerasan benda tumpul. Tubuhnya dipenuhi luka serius dari wajah, kepala, dada kiri hingga punggung tangan.

“Tulang rahang, tulang pipi kanan, hingga beberapa tulang iga patah. Terdapat pendarahan hebat di kepala yang diduga menjadi penyebab kematian,” ujar Dimas (14/11/2025).

Luka-luka tersebut dinilai konsisten dengan hantaman benda tumpul. Polisi memperkirakan korban sudah meninggal lebih dari empat hari sebelum ditemukan.

Jasad Retno ditemukan pada Kamis (13/11/2025) pukul 14.00 WIB oleh anaknya dan tetangga. Mereka curiga karena lampu rumah terus menyala dan korban tidak keluar rumah sejak Senin. Buah titipan anak yang digantung di pintu masih utuh, dan dari jendela terlihat banyak lalat mengerumuni area dalam rumah.

Anak korban akhirnya naik genteng dan memaksa masuk. Di kamar, ia mendapati ibunya telungkup di kasur, tertutup selimut dan bantal, dalam kondisi sudah membusuk.(rial)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular