Friday, October 9, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoWali Kota Minta Rumah Sakit Perkuat Layanan dan Infrastruktur KRIS

Wali Kota Minta Rumah Sakit Perkuat Layanan dan Infrastruktur KRIS

Mojokerto-(satujurnal.com)
Penyesuaian Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) resmi menjadi salah satu agenda krusial yang harus segera direspons RSUD dr. Wahidin Sudirohusodo. Kebijakan nasional itu menuntut kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia, menambah daftar tantangan yang dihadapi rumah sakit milik Pemkot Mojokerto tersebut saat memasuki usia ke-13 sejak pindah lokasi dari Jalan Gajah Mada ke Jalan Surodinawan pada 2012.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan hal ini usai mengikuti Jalan Sehat HUT ke-13 RSUD Wahidin Sudirohusodo, Jumat (5/12/2025). Ia menegaskan rumah sakit harus bergerak lebih cepat menghadapi perubahan standar layanan kesehatan.

“Ke depan tantangan kita sangat kompleks. Pertama, pemenuhan 24 kompetensi yang menentukan strata rumah sakit dan menjadi tolak ukur kualitas layanan,” ujar Ning Ita.

Menurutnya, penerapan KRIS bukan sekadar perubahan administratif, tetapi transformasi layanan yang membutuhkan sarana prasarana memadai serta peningkatan kemampuan tenaga kesehatan.

Tantangan berikutnya datang dari layanan prioritas nasional Kementerian Kesehatan, yaitu KJSUKIA (Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi, Kesehatan Ibu dan Anak). Seluruhnya harus dipenuhi agar RSUD Wahidin mampu mengejar standar mutu nasional.

“Semua tantangan ini jangan dilihat sebagai hambatan. Jadikan peluang untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas rumah sakit,” tegasnya.

Pada momen ulang tahun ini, Ning Ita menekankan pentingnya penguatan tata kelola. Rumah sakit, katanya, tidak hanya bertugas memberi layanan kesehatan, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, pelatihan, dan penelitian.

“Rumah sakit ini harus dikelola profesional, berintegritas, akuntabel. Dengan begitu, visi menjadi rumah sakit kebanggaan masyarakat bisa terwujud,” ujarnya.

Jalan sehat yang digelar RSUD Wahidin juga diharapkan menjadi simbol budaya hidup sehat di lingkungan rumah sakit dan masyarakat luas.

“RSUD harus menjadi contoh perilaku hidup sehat. Semoga bukan hanya saat HUT, tetapi menjadi rutinitas seluruh insan RSUD dan warga Kota Mojokerto,” pesannya.

Ning Ita menutup sambutannya dengan harapan agar peningkatan kualitas layanan selaras dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Perilaku hidup sehat akan memberi usia harapan hidup lebih panjang, sehingga warga bisa mandiri dan terus memberi manfaat,” tuturnya.

Dengan memasuki usia ke-13, RSUD dr. Wahidin Sudirohusodo diharapkan terus memperkuat posisi sebagai rumah sakit rujukan dan kebanggaan masyarakat Kota Mojokerto, terutama menghadapi transformasi layanan KRIS dan standar nasional kesehatan.(one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular