Mojokerto-(satujurnal.com)
Hanya beberapa hari pasca kepengurusan 2025–2030 diperkenalkan, DPD Partai Golkar Kota Mojokerto langsung menggerakkan mesin sosialnya. Partai berlambang beringin ini menyiapkan Pasar Murah Bersubsidi bertanda tebus Rp 61 ribu, angka yang dipilih sebagai simbol usia ke-61 Partai Golkar.
Pasar murah partai yang mengusung tagline “Bangkit dan Merakyat” ini akan digelar sehari, Minggu 14 Desember 2025, di Kantor DPD Golkar Kota Mojokerto, Jalan Jawa 33, menandai keseriusan partai turun ke akar rumput bahkan sebelum mesin politiknya bekerja penuh.
Ketua DPD Golkar Kota Mojokerto, Agus Wahjudi Utomo, mengatakan, konsolidasi internal yang baru dituntaskan langsung diterjemahkan menjadi aksi sosial yang bersentuhan dengan kebutuhan warga, terutama di tengah tekanan ekonomi dan kenaikan harga pangan menjelang hari Natal dan tahun baru.
Anggota DPRD dua periode ini menegaskan bahwa kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari upaya membangun politik yang relevan, politik yang tidak hanya berbicara angka, tetapi keseharian rakyat. “Kepengurusan baru lahir, dan langkah pertama harus menuju masyarakat,” tandasnya.
Meski kegiatan serupa telah digelar pemerintah kota, Golkar tetap memilih menggelar pasar sembako bersubsidi tersebut sebagai bentuk komitmen sosial politik. “Ini bukan soal siapa yang lebih dulu atau siapa yang lebih besar. Harapan kami sederhana: semakin banyak pihak bergerak, semakin banyak warga terbantu,” ujar politisi yang juga berlatar belakang pengusaha tersebut.
Paket sembako bersubsidi mencakup beras, minyak goreng, dan gula. Mekanisme pembatasan satu KTP satu paket untuk memastikan distribusi tepat sasaran sekaligus membuka ruang partisipasi warga.
Koordinasi kegiatan di lapangan ditangani pengurus tiga wilayah dengan menyediakan contact person untuk memudahkan warga mengakses informasi dan kupon.
Bendahara DPD, dr. Ditha Roosita Ayu Lestari, menegaskan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi ajang sinergi antara pengurus baru dan kader di akar rumput.
“Konsolidasi tidak hanya terjadi di ruang rapat. Konsolidasi sejati terjadi ketika kader bertemu warga, mendengar keluhan, dan membantu secara langsung,” ujarnya.
Dengan demikian, pasar murah ini bukan hanya kegiatan sosial, tetapi juga ujian pertama bagi struktur baru dalam menjalankan mandat partai secara konkret.
Sekretaris DPD, Adam Fazal Farid Said, menambahkan bahwa langkah tersebut menyatukan mesin politik, kepedulian, dan harapan, menjadi babak awal transformasi Golkar Kota Mojokerto menuju 2029.
“Golkar harus turun ke masyarakat sebelum mengetuk pintu rakyat saat pemilu tiba,” pungkasnya.(one)



