Saturday, October 10, 2026
spot_img
HomeSosial BudayaPameran Tunggal Diak Eko Dibuka, “Prabowo Gemoy” Jadi Magnet Pengunjung

Pameran Tunggal Diak Eko Dibuka, “Prabowo Gemoy” Jadi Magnet Pengunjung

SETELAH JEDA hampir 15 tahun dari aktivitas melukis, Diak Eko akhirnya berani melangkah ke ruang publik seni rupa. Jurnalis televisi nasional itu langsung tampil melalui pameran tunggal bertajuk Gen Art Festival 2025 yang digelar di Sunrise Mall II, Jalan Benteng Pancasila, Kota Mojokerto, 17–31 Desember 2025.

Sebanyak 30 karya lukis media kanvas dan akrilik dipajang menyambut pengunjung pusat perbelanjaan tersebut. Pameran ini menjadi debut pertama Diak Eko di ruang seni rupa, sekaligus penanda bahwa hobi masa kecil yang lama terpendam akhirnya menemukan jalannya kembali.

“Tidak pernah bermimpi lukisan-lukisan ini dipamerkan,” aku Diak Eko, jujur.

Realisme yang Konsisten

Meski mengaku tidak fanatik pada satu aliran tertentu, keseluruhan karya yang ditampilkan menunjukkan konsistensi gaya realistik. Objek lukisannya beragam dan kontras, mulai dari tokoh agama Islam, sosok kiai, presiden, penari Bali, barikade polisi saat demonstrasi, hingga lanskap alam seperti sawah, air terjun, burung, dan dedaunan.

Keragaman tema tersebut mencerminkan latar belakang Diak Eko sebagai jurnalis yang terbiasa merekam realitas sosial dari berbagai sudut, lalu menerjemahkannya ke dalam bahasa visual.

Menariknya, meski baru pertama kali berpameran, sejumlah karyanya telah lebih dulu menjadi koleksi politisi daerah hingga tokoh di Senayan.

Penari Bali Menyambut Pengunjung

Pengunjung yang memasuki area pameran disambut sebuah lukisan penari tradisional Bali bergaya realis. Figur sentral seorang penari perempuan muda digambarkan anggun dengan pose mudra, tubuh condong ke depan, serta ekspresi wajah tenang dan fokus.

Busana kuning emas bermotif rumit, gelungan berhias bunga putih, dan aksesoris emas tampil dominan, kontras dengan latar belakang pura Bali bertingkat yang gelap dan berkabut. Efek pencahayaan dramatis membuat sosok penari seolah bersinar, menghadirkan suasana sakral dan mistis.

Karya ini merepresentasikan harmoni antara manusia, seni, dan spiritualitas—penari sebagai penghubung dunia sekala dan niskala.

Prosesi Simbolik dan Lukisan “Gemoy” Prabowo

Pameran resmi dibuka oleh Direktur Radar Mojokerto Nurkholis, wartawan senior yang akrab disapa NK. Prosesi pembukaan dikemas tidak biasa. Sejumlah lukisan dibungkus kertas sampul buku berwarna coklat, lalu disobek secara simbolik di hadapan hadirin.

NK mendapat kesempatan pertama dengan membuka lukisan yang menggambarkan dirinya tengah membaca Radar Mojokerto di sebuah gubuk di pinggir rel kereta api. Prosesi berlanjut oleh perwakilan Polres Kota dan Polres Kabupaten Mojokerto, perwakilan wartawan, serta Agus Wahjudi Utomo, politisi Partai Golkar.

Di balik kertas coklat yang disobek Agus Wahjudi, terpampang potret Presiden RI ke-8 Prabowo Subianto tengah memeluk seekor anak kucing. Lukisan bergaya realis-impresionis itu langsung menarik perhatian pengunjung.

Prabowo digambarkan dengan ekspresi hangat dan senyum tipis, mengenakan jas gelap, dasi merah, dan topi fedora. Anak kucing tabby yang tertidur pulas di pelukannya memperkuat kesan humanis, visualisasi dari fenomena “Pak Gemoy” yang menguat sejak kampanye Pemilu 2024.

Goresan kuas tebal pada bulu kucing dan lipatan jas menunjukkan teknik impasto yang ekspresif, sementara latar gelap solid membuat subjek utama tampil menonjol.

Dari Jurnalisme ke Kanvas

Diak Eko Purwoto, nama lengkap jurnalis bertubuh agak tambun itu mengaku tidak memiliki latar belakang keluarga seniman. Ia melukis murni karena ketertarikan sejak kecil, sebelum kemudian vakum panjang akibat kesibukannya di dunia jurnalistik. Dorongan dan fasilitasi dari Radar Mojokerto menjadi pemicu keberaniannya untuk kembali melukis dan tampil ke publik.

“Ini soal menepati janji pada diri sendiri,” katanya sedikit diplomatis.

Seni, Anak-anak, dan Penutup Tahun

Hari pertama, pameran juga diramaikan lomba mewarnai untuk anak usia pra-SD, melibatkan keluarga dan pengunjung mal. Agenda seni berlanjut pada Kamis (18/12/2025) dengan Modern Dance Festival, menandai konsep pameran yang dikemas inklusif dan lintas generasi.

Pameran Gen Art Festival 2025 dijadwalkan berakhir pada 31 Desember 2025, sekaligus menjadi penutup tahun bagi Sunrise Mall dan ruang apresiasi seni di Kota Mojokerto.

Pengunjung pun diberi kesempatan untuk mengoleksi karya-karya Diak Eko. Namun saat ditanya soal harga lukisan, Diak Eko hanya tersenyum.(one)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular