Wednesday, October 7, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoKota Mojokerto Gaspol Pariwisata Lewat One Company One Event

Kota Mojokerto Gaspol Pariwisata Lewat One Company One Event

Mojokerto-(satujurnal.com)
Pemerintah Kota Mojokerto menggulirkan kebijakan One Company One Event sebagai strategi baru untuk mendongkrak sektor pariwisata sekaligus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah. Program ini menekankan kolaborasi lintas sektor dengan memaksimalkan kekuatan sumber daya manusia dan sektor jasa yang menjadi keunggulan Kota Mojokerto.

Kebijakan tersebut disampaikan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat memberikan pengarahan dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Pariwisata Kota Mojokerto bersama perwakilan Himpunan Bank Negara (Himbara), pengurus cabang olahraga KONI, serta pelaku dan penyelenggara jasa pariwisata, di Ruang Sabha Mandala Madya, Balaikota Mojokerto, Selasa (23/12/2025).

“Forum ini strategis untuk menyamakan persepsi. Arah tujuan kita jelas, membangun Kota Mojokerto melalui penyelenggaraan event-event yang terencana dan berkelanjutan,” ujar Ning Ita, sapaan akrab wali kota.

Menurutnya, keterbatasan sumber daya alam membuat Kota Mojokerto tidak bisa bertumpu pada sektor ekstraktif. Karena itu, pembangunan ekonomi diarahkan pada optimalisasi sumber daya manusia dan sektor jasa yang selama ini telah tumbuh kuat.

“Kita sadar hampir tidak memiliki sumber daya alam. Tapi kita punya SDM yang kuat, serta posisi Kota Mojokerto sebagai pusat jasa bagi Mojokerto Raya,” tegasnya.

Ia memaparkan, seluruh layanan perbankan nasional yang tergabung dalam Himbara hadir di Kota Mojokerto. Di sisi lain, sektor pendukung pariwisata seperti perhotelan, transportasi, dan kuliner juga terkonsentrasi di kota ini, diperkuat puluhan ribu pelaku UMKM dan ekonomi kreatif sebagai motor penggerak ekonomi lokal.

“Kekuatan inilah yang kita rumuskan dalam kebijakan kolaboratif untuk membangun kota,” imbuh Ning Ita.

Pemkot Mojokerto, lanjutnya, juga telah mempelajari praktik terbaik pengembangan pariwisata Kabupaten Banyuwangi yang disampaikan Asisten Deputi Pariwisata Kementerian Pariwisata. Keberhasilan Banyuwangi dinilai relevan untuk direplikasi dengan penyesuaian karakter kota.

“Kita replikasi dengan tema besar Spirit of Majapahit. Ini kekuatan branding Kota Mojokerto di level nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Melalui konsep One Company One Event, setiap perusahaan, perbankan, hingga perangkat daerah didorong menyelenggarakan event secara mandiri. Termasuk event olahraga bersama KONI, seiring meningkatnya prestasi cabang olahraga di Kota Mojokerto.

“Event-event ini akan menarik wisatawan dari luar kota untuk datang, tinggal lebih lama, dan membelanjakan uangnya di Mojokerto. Dari situ ekonomi bergerak karena uang beredar semakin besar,” jelas Ning Ita.

Ia menegaskan, keterbatasan APBD tidak boleh menjadi penghambat pembangunan. Pemerintah, kata dia, dituntut menghadirkan skema innovative financing melalui sinergi dengan dunia usaha dan berbagai pemangku kepentingan.

“Ini wujud konkret pendanaan inovatif. Kita berkolaborasi agar pembangunan tetap berjalan meski anggaran terbatas,” pungkasnya.

Melalui kebijakan ini, Pemkot Mojokerto menargetkan penguatan kolaborasi lintas sektor, penyelarasan program antarperangkat daerah dan stakeholder pariwisata, pelurusan arah kebijakan pengembangan event, serta peningkatan kunjungan wisatawan yang berdampak langsung pada pendapatan asli daerah dan perekonomian masyarakat.(one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular