Friday, October 9, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoPanen Raya Karawang: Indonesia Klaim Swasembada Pangan, Kota Mojokerto Rasakan Dampaknya

Panen Raya Karawang: Indonesia Klaim Swasembada Pangan, Kota Mojokerto Rasakan Dampaknya

Mojokerto-(satujurnal.com)
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengapresiasi kebijakan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang dinilai berdampak langsung pada kesejahteraan petani dan penguatan ketahanan pangan daerah, menyusul pernyataan capaian swasembada pangan nasional.

Apresiasi tersebut disampaikan Wali Kota saat mengikuti panen raya secara daring yang dipusatkan di , dari Demplot Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi Jaya, Jalan Ketidur, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajuritkulon, Rabu (7/1/2026).

Menurutnya, kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo telah memberi kepastian usaha tani, mulai dari penetapan harga gabah hingga ketersediaan sarana produksi dan alat mesin pertanian.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas berbagai kebijakan dan bantuan yang sangat dirasakan manfaatnya oleh petani di Kota Mojokerto, mulai dari kenaikan HPP gabah, penurunan harga pupuk subsidi, hingga bantuan alat dan mesin pertanian modern,” kata Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota.

Ia menjelaskan, penetapan Harga Pokok Penjualan (HPP) gabah oleh Bulog memberikan kepastian harga bagi petani. Jika sebelumnya harga gabah sangat bergantung pada tengkulak di kisaran Rp5.000–Rp6.000 per kilogram, kini ditetapkan harga minimal Rp6.500 per kilogram.

Selain itu, penurunan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen turut meringankan biaya produksi. Di Kota Mojokerto, harga pupuk urea turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram, pupuk NPK dari Rp2.300 menjadi Rp1.840, pupuk ZA dari Rp1.700 menjadi Rp1.360, serta pupuk organik dari Rp800 menjadi Rp640 per kilogram.

Pada 2025, Kota Mojokerto juga menerima bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah pusat berupa dua unit traktor roda dua untuk Kelompok Tani Barokah Wates dan Kelompok Tani Dewi Sri Surodinawan, dua unit traktor crawler, tiga unit traktor roda dua jenis Amberjack, serta satu unit combine harvester yang dikelola koperasi Gapoktan.

Wali Kota berharap sinergi kebijakan pusat dan daerah terus diperkuat agar swasembada pangan nasional berkelanjutan dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani. “Bantuan yang kami terima akan dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan untuk mendukung terwujudnya swasembada pangan di Kota Mojokerto,” pungkasnya.(one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular