Saturday, October 10, 2026
spot_img
HomeSosial BudayaKanvas, Kopi, dan Kawasan Ampel: Panggung Seni Awal Tahun di Quds Royal...

Kanvas, Kopi, dan Kawasan Ampel: Panggung Seni Awal Tahun di Quds Royal Hotel

Surabaya-(satujurnal.com)
Sebanyak 12 seniman dari Surabaya dan berbagai daerah di Jawa Timur melukis secara langsung dalam ajang Painting On The Spot (POTS) di Quds Coffee Corner, gerai ngopi terbaru Quds Royal Hotel Surabaya, Minggu (11/1/2026).

Para pelukis mengeksekusi karya mereka di hadapan publik dengan memilih objek model hidup hingga lanskap sekitar Kawasan Wisata Religi Ampel, lokasi berdirinya hotel bintang tiga tersebut.

Ketua Panitia POTS, Eddy Marga, mengatakan kegiatan ini menjadi upaya mempertemukan seniman dengan ruang publik yang lebih luas.

“Kami bersyukur bisa mengumpulkan 12 rekan seniman Surabaya dan Jawa Timur untuk melukis bersama secara live di Quds Royal Hotel,” ujar Eddy kepada awak media.

General Manager Quds Royal Hotel Surabaya, Pungky Kusuma, menuturkan event digelar sebagai langkah awal membangun ruang kolaborasi seni, budaya, dan literasi di tengah denyut kota tua Surabaya. Ia juga mengapresiasi keterlibatan para seniman serta menegaskan komitmen manajemen menjadikan hotel sebagai simpul kegiatan kebudayaan.

“Kami mendorong kolaborasi lintas bidang, tidak hanya seni rupa, tetapi juga budaya dan literasi,” katanya.

Dalam sesi melukis, panitia menghadirkan Salsabila, model belia dari kalangan Gen Z, sebagai objek utama. Selain itu, peserta juga bebas mengangkat suasana luar hotel dan kawasan Ampel sebagai inspirasi visual.

Beragam aliran seni mewarnai kanvas para peserta, mulai dari ekspresionisme, naturalisme, dekoratif, realisme, hingga romantisme. Para pelukis yang terlibat antara lain Budi A.N., Murdi Murdock, Yanu Irwan, Ardo, Usye, Hesti Setyowati, Luthfi Satako, Manohara, dan Eddy Marga.

Di akhir acara, panitia bersama manajemen hotel dan sejumlah media melakukan kurasi terhadap seluruh karya yang dihasilkan. Tiga lukisan dinilai paling menonjol.

Karya Hesti Setyowati terpilih karena menampilkan bangunan Quds Royal Hotel dengan karakter arsitektur unik. Sementara Usye dan Yanu Irwan sama-sama mengangkat potret wajah Salsabila dengan pendekatan estetik yang berbeda.

Pungky mengakui proses penjurian berlangsung cukup alot.

“Terus terang kami kesulitan mengkurasi 12 karya yang semuanya kuat. Tapi setelah diskusi hangat, kami harus menetapkan hasil terbaik,” ujarnya.

Manajemen Quds Royal Hotel memastikan kegiatan serupa tidak berhenti di satu event.

“Event kesenian dan kebudayaan seperti ini akan terus kami lanjutkan. Ini komitmen direksi dan manajemen untuk ikut mempertajam peradaban, khususnya di bidang seni dan budaya,” pungkasnya.(one/sst)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular