Mojokerto-(satujurnal.com)
Pemerintah Kota Mojokerto resmi menuntaskan proses konsolidasi pengadaan alat tulis kantor (ATK) berupa kertas untuk Katalog Elektronik Lokal. Kepastian itu ditandai dengan penandatanganan kontrak payung antara Pemkot Mojokerto dan 11 penyedia terpilih, Kamis (15/1/2026),
Penandatanganan digelar di Ruang Rapat Sekdakot, tepat tiga hari setelah pemenang resmi diumumkan melalui sistem nasional pengadaan INAPROC, Senin (12/1/2026).
“Ini bukan semata tanda tangan kontrak. Ini langkah konkret mengubah pola belanja pemerintah menjadi digital, terukur, dan terkendali lewat Katalog Elektronik Lokal,” tegas Sekdakot Gaguk Triprasetyo.
Menurutnya, skema konsolidasi membuat seluruh kebutuhan kertas di lingkungan Pemkot Mojokerto terkonsentrasi dalam satu sistem, sehingga lebih efisien, transparan, dan mudah diawasi.
“Belanja tidak lagi terpencar, harga lebih terkendali, dan potensi pemborosan bisa ditekan,” ujarnya.
Sebanyak 11 penyedia yang lolos dan menandatangani kontrak payung yakni Agung Pramono Sedayu, Basuki Rohmat, PT Medical Jaya Group, CV Berkat, CV Cahaya Permata Lestari, CV Poernama Baru Indonesia, PT Harfindo Jaya Abadi, PT Amanah Multi Usaha, PT Kirana Astha Brata, CV Sinar Karunia Sulung, serta PT Sumber Gama Abadi.
Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa dan Pembangunan Setda Kota Mojokerto, Febri Emayanti, memastikan proses konsolidasi berlangsung ketat dan sesuai aturan.
Pengumuman awal dilakukan pada 23 Desember 2025, dilanjutkan aanwijzing pada 29 Desember 2025. Dari 19 peserta yang memasukkan penawaran, hanya 15 yang lolos evaluasi administrasi dan kualifikasi.
Seleksi kemudian mengerucut lewat tahap negosiasi teknis, layanan, dan harga.
“Hasil akhirnya, 11 peserta sepakat dengan harga konsolidasi, 4 peserta lainnya tidak mencapai kesepakatan,” jelas Febri.
Ia menegaskan, seluruh tahapan dilakukan secara objektif dan terbuka untuk menjaga iklim persaingan usaha yang sehat.
“Kami berharap hasil konsolidasi ini benar-benar memberi manfaat optimal bagi seluruh perangkat daerah di Kota Mojokerto, baik dari sisi kualitas barang maupun efisiensi anggaran,” pungkasnya.(one/hms)



