Mojokerto-(satujurnal.com)
Di tengah agenda penyusunan pembangunan Kota Mojokerto 2027, nilai gotong royong kembali diangkat sebagai fondasi utama ketahanan sosial warga. Penegasan itu disampaikan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan di Kelurahan Balongsari, Wates, dan Magersari, Jumat (23/1/2026).
Wali kota yang akrab disapa Ning Ita menegaskan, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada kekuatan sosial masyarakat.
“Aspek sosial budaya tidak boleh tertinggal, khususnya penguatan gotong royong yang sangat krusial untuk menjaga kohesi sosial, kepedulian warga, dan ketahanan lingkungan permukiman,” ujarnya.
Menurutnya, nilai gotong royong perlu terus dirawat karena menjadi akar budaya bangsa yang selama ini menjaga kehidupan sosial masyarakat tetap solid.
“Ada kepedulian masyarakat di masing-masing lingkungan untuk menjaga lingkungannya,” ucapnya.
Selain menekankan penguatan sosial budaya, Ning Ita menjelaskan Musrenbang kelurahan merupakan tahapan awal penjaringan aspirasi warga sebelum masuk pembahasan di tingkat kecamatan, kota, provinsi, hingga nasional.
“Musrenbang kelurahan memiliki posisi strategis dalam memastikan aspirasi warga terintegrasi dalam sistem perencanaan berjenjang,” tandasnya.
Ia menambahkan, proses berjenjang tersebut dilakukan untuk menjaga keselarasan antara program pembangunan pusat dan daerah.
“Musrenbang itu memang dari kelurahan, kecamatan, kota, provinsi sampai nasional. Semua ini dilakukan untuk melihat linearitas antara program nasional dengan program yang ada di daerah,” katanya.
Untuk tahun anggaran 2027, Pemerintah Kota Mojokerto menetapkan tema pembangunan meningkatkan ketahanan ekonomi dan sosial budaya melalui daya saing sektor unggulan daerah. Seluruh usulan masyarakat diwajibkan menyesuaikan dengan tema tersebut agar dapat masuk dalam perencanaan dan penganggaran.
“Kalau sesuai tema dan anggarannya cukup, pasti akan kita akomodir dan direalisasikan,” tegasnya.
Ning Ita menilai, ketahanan ekonomi daerah harus dibangun dari potensi lokal agar kota tidak bergantung pada faktor eksternal. Karena itu, sektor unggulan daerah diarahkan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui forum Musrenbang kelurahan, Pemkot Mojokerto mendorong warga mengajukan program prioritas yang tidak hanya menjawab kebutuhan infrastruktur dan layanan dasar, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial sebagai fondasi pembangunan jangka panjang.
Pemkot menargetkan seluruh rangkaian Musrenbang 2027 menghasilkan dokumen perencanaan yang selaras dengan visi dan misi daerah serta terhubung dengan kebijakan pembangunan di tingkat yang lebih luas.(one/hms)



