Mojokerto-(satujurnal.com)
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan penguatan gotong royong sebagai kunci menjaga kebersihan lingkungan.
Penegasan wali kota yang akrab disapa Ning Ita itu disampaikan saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) digelar serentak di Kelurahan Blooto, Kelurahan Pulorejo, dan Kelurahan Surodinawan, Rabu (4/2/2026).
“Penguatan gotong royong merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto
terkait program Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang menempatkan persoalan sampah sebagai isu prioritas nasional,” katanya.
Ning Ita menambahkan, Presiden menilai persoalan sampah sangat krusial. Banyak TPA diproyeksikan mengalami kelebihan kapasitas pada 2028 sehingga diperlukan sinergi pemerintah pusat dan daerah.
Dalam Musrenbang yang menjadi ruang warga menyusun prioritas pembangunan selaras tema daerah—memperkuat ketahanan ekonomi dan sosial budaya melalui daya saing sektor unggulan—Ning Ita menyebut Kota Mojokerto telah menanamkan budaya kebersihan melalui Program Budaya RT Berseri. Gerakan ini dinilai sejalan dengan Indonesia ASRI yang digerakkan secara nasional berbasis gotong royong.
“Saya sudah mendahului dengan Budaya RT Berseri. Saat pemerintah pusat menguatkan ASRI, gerakan kita di lingkungan akan makin kokoh,” ujarnya.
Ia menekankan usulan Musrenbang perlu menyatu dengan tema pembangunan daerah. Penguatan potensi kelurahan, partisipasi warga, serta disiplin pengelolaan sampah diposisikan sebagai fondasi ketahanan sosial budaya.
“Musrenbang memberi ruang warga menyampaikan kebutuhan agar program yang disusun benar-benar selaras,” tandasnya.
Melalui Musrenbang kelurahan, Pemkot mendorong usulan yang mendukung kebijakan nasional sekaligus relevan dengan kebutuhan riil lingkungan. Selain sektor ekonomi, kebersihan dan pengelolaan sampah masuk prioritas perencanaan ke depan.(one/hms)



