Mojokerto-(satujurnal.com)
Kota Mojokerto mencatat lonjakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 82,35 dalam satu tahun kepemimpinan jilid kedua Wali Kota . Angka ini naik dari 81,76 dan mengukuhkan status kategori tinggi. Pada saat yang sama, tingkat kemiskinan turun menjadi 5,05 persen dan Indeks Gini menyempit dari 0,355 menjadi 0,298.
Capaian tersebut disampaikan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Senin (23/2/2026), sebagai hasil pelaksanaan program prioritas berbasis Panca Cita.
Di sektor pendidikan, Pemkot mempertahankan sekolah gratis, beasiswa bagi pelajar berprestasi dan keluarga kurang mampu, serta penguatan karakter melalui sekolah Adiwiyata. Peningkatan IPM disebut sebagai indikator utama keberhasilan investasi sumber daya manusia.
“IPM yang terus meningkat menunjukkan investasi di pendidikan dan kesehatan berada di jalur yang tepat. Ini bekal mencetak generasi unggul,” ujar Ika.
Pada bidang kesehatan, Pemkot meraih CKG Award dan meningkatkan status Universal Health Coverage (UHC) dari Madya menjadi Utama. Operasional Puskesmas Kedundung diperluas 24 jam. Prevalensi stunting ditekan hingga 1,07 persen, sementara Usia Harapan Hidup naik menjadi 76,31 tahun dari 75,99 tahun sebelumnya.
Di sektor ekonomi, program pemberdayaan digencarkan melalui Mojo Shop Fiesta, pelatihan dan pendampingan UMKM, fasilitasi sertifikasi halal, PIRT, TKDN, pelatihan kerja berbasis kompetensi, hingga Mojo Entrepreneurship Camp 2025. Dampaknya, kemiskinan menurun dan kesenjangan ekonomi menyempit.
“Kami ingin pertumbuhan ekonomi dirasakan merata. Penurunan Indeks Gini menjadi sinyal kesenjangan semakin terkendali,” kata Ning Ita.
Penguatan tata kelola pemerintahan tercermin dari kenaikan Indeks Pelayanan Publik menjadi 4,67. Reformasi birokrasi diarahkan pada pelayanan cepat, transparan, dan responsif.
Di bidang ketentraman dan ketertiban umum, siskamling kembali diaktifkan untuk memperkuat keamanan lingkungan. Program RT Berseri digulirkan guna mendorong partisipasi warga menciptakan lingkungan nyaman dan memperkuat gotong royong.
Ika menegaskan capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Ia memastikan fokus pembangunan ke depan tetap bertumpu pada kesejahteraan warga.
“Kami terus bekerja dengan hati, memastikan setiap kebijakan memberi manfaat nyata bagi warga Kota Mojokerto. Panca Cita kami jalankan secara konsisten,” pungkasnya.(one/hms)



