Friday, October 9, 2026
spot_img
HomeRegionalKabupaten JombangPuluhan Santri Ponpes Darut Taubah Jombang Keracunan Usai Buka Puasa, 21 Masih...

Puluhan Santri Ponpes Darut Taubah Jombang Keracunan Usai Buka Puasa, 21 Masih Dirawat

Jombang-(satujurnal.com)
Puluhan santri Pondok Pesantren Darut-Taubah di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, mengalami dugaan keracunan massal setelah menyantap menu buka puasa pada Kamis (5/3/2026) petang. Sebanyak 31 santri harus dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Mojoagung setelah mengalami mual, muntah, dan lemas secara bersamaan.

Peristiwa ini terjadi beberapa saat setelah para santri berbuka puasa dengan menu nasi rawon dan telur asin. Gejala mulai muncul menjelang pelaksanaan salat Tarawih sekitar pukul 19.40 WIB, ketika para santri tiba-tiba mengeluhkan mual hebat dan muntah beruntun.

Situasi di lingkungan pondok sempat panik. Sejumlah santri, terutama santri putri, terlihat lemas hingga harus digotong sebelum akhirnya dievakuasi menggunakan ambulans ke rumah sakit terdekat.

Salah satu santri, M. Surur (18), mengaku awalnya hanya merasakan mual ringan saat mengikuti salat Tarawih. Namun kondisi itu cepat menyebar ke banyak santri lainnya.

“Awalnya mual, tapi tidak seperti mual biasanya. Saat Tarawih banyak teman-teman juga mengeluh hal yang sama. Yang putri banyak yang kondisinya lebih parah,” ujar Surur.

Menurut keterangan di lapangan, menu buka puasa yang dikonsumsi santri berasal dari dua sumber. Nasi rawon disiapkan oleh dapur pondok pesantren, sedangkan telur asin berasal dari penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima pada pagi hari dan dikonsumsi saat berbuka.

Pengasuh pondok pesantren, Muhammad Adam, mengatakan kondisi santri berubah cepat setelah makan. Beberapa santri bahkan mengalami muntah hebat, menangis, hingga pingsan.

“Baru makan, belum semuanya selesai, sudah ada yang mual lalu muntah. Yang perempuan terutama, ada yang lemas sampai pingsan,” katanya.

Adam juga mencatat sebagian santri yang tidak memakan telur asin tidak mengalami gejala serupa.

“Ada yang muntah sampai keluar telur asinnya. Yang tidak makan telur asin, termasuk saya, hanya makan rawon dan tidak mengalami apa-apa,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Hexawan Tjahja Widada, yang meninjau langsung penanganan pasien di RS PKU Muhammadiyah Mojoagung, membenarkan adanya puluhan santri yang mengalami gejala keracunan makanan.

Hingga Kamis malam, sebanyak 21 santri masih menjalani perawatan karena mengalami mual dan muntah hebat. Sementara 10 santri lainnya sudah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik.

“Indikasi awal mengarah pada keracunan atau intoleransi makanan. Gejala klinis yang paling menonjol adalah mual dan muntah,” kata Hexawan.

Dinas Kesehatan juga mengamankan sejumlah sampel untuk pemeriksaan laboratorium guna memastikan sumber penyebab kejadian tersebut. Sampel yang diambil meliputi sisa nasi rawon, telur asin, serta sampel muntahan santri.

“Sampel akan kami kirim ke laboratorium untuk memastikan penyebab utamanya. Saat ini kami belum bisa menyimpulkan apakah berasal dari makanan pondok atau dari menu program MBG,” ujar Hexawan.(rial)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular