Friday, October 9, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoTinjau MPP Gajah Mada, Deputi KemenPAN-RB Tekankan Pentingnya Interoperabilitas Data

Tinjau MPP Gajah Mada, Deputi KemenPAN-RB Tekankan Pentingnya Interoperabilitas Data

Mojokerto-(satujurnal.com)
Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PAN-RB, Dr. Otok Kuswandaru, menilai Mal Pelayanan Publik (MPP) Gajah Mada Kota Mojokerto memiliki fasilitas yang sangat baik. Penilaian tersebut disampaikan saat meninjau langsung pelayanan di MPP Gajah Mada, Kamis (5/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Otok melihat langsung aktivitas pelayanan serta berdialog dengan petugas dan masyarakat pengguna layanan. Ia menilai sarana dan prasarana di MPP Gajah Mada telah memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang mengakses berbagai layanan dalam satu lokasi.

“Saya kira ini salah satu MPP yang menurut saya sangat baik. Dari sisi fasilitas sudah sangat luar biasa, gedungnya juga sangat luas,” ujar Otok.

Meski demikian, ia mendorong peningkatan kualitas pelayanan melalui integrasi sistem layanan berbasis data. Menurutnya, pengembangan MPP di berbagai daerah saat ini perlu bergerak menuju interoperabilitas data antarinstansi.

Menurutnya, sistem pelayanan yang saling terhubung akan mempermudah masyarakat dalam mengurus berbagai layanan tanpa harus berulang kali melengkapi persyaratan yang sama.

“Kalau masyarakat sudah mengakses satu layanan dan syaratnya sama dengan layanan lain, mestinya tidak perlu diminta lagi. Data harus saling terhubung,” jelasnya.

Otok juga mengapresiasi sikap terbuka para petugas pelayanan di MPP Gajah Mada. Ia menilai transparansi menjadi indikator penting dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang profesional.

Ia mengaku sempat menguji langsung petugas dengan menanyakan kendala dalam penggunaan aplikasi pelayanan.

“Saya bertanya kepada pengguna aplikasi, masalahnya apa. Mereka menyampaikan secara terbuka. Kepada kami saja terbuka, apalagi kepada masyarakat,” katanya.

Selain itu, ia menyarankan agar kualitas pelayanan publik terus diukur melalui pengalaman langsung masyarakat atau journey experience. Cara tersebut dinilai efektif untuk mengetahui kualitas layanan secara menyeluruh.

Pengalaman itu dimulai sejak masyarakat datang ke lokasi pelayanan, mulai dari kondisi parkir, kemudahan akses gedung, proses pelayanan, fasilitas pendukung, hingga hasil layanan yang diterima.

“Kalau ingin tahu kualitas pelayanan, tanyakan langsung pengalaman masyarakat sejak datang sampai layanan selesai,” terangnya.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan komitmen Pemerintah Kota Mojokerto untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Menurut wali kota yang akrab disapa Ning Ita tersebut, wilayah Kota Mojokerto yang relatif kecil justru menjadi peluang untuk membangun birokrasi yang profesional dan adaptif.

“Saya, Pak Sekda dan seluruh jajaran berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kota Mojokerto kecil sehingga sangat memungkinkan menjadi contoh birokrasi yang profesional dan adaptif,” katanya.

Ning Ita juga menyatakan kesiapan jajaran Pemkot Mojokerto untuk terus meningkatkan standar pelayanan apabila diberikan target capaian yang lebih tinggi.

“Kalau diberikan target yang lebih tinggi, kami siap. Jajaran OPD juga siap diajak berlari dan melompat,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterbatasan potensi wilayah membuat peningkatan kualitas pelayanan menjadi langkah strategis yang terus dilakukan oleh pemerintah daerah.

“Potensi wilayah kita terbatas, sehingga yang bisa dilakukan adalah terus meningkatkan kualitas pelayanan agar semakin baik bagi masyarakat,” pungkasnya.(one/hms).


RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular