Jombang-(satujurnal.com)
Kemacetan parah melanda sejumlah ruas jalan utama di Kabupaten Jombang pada H+1 Lebaran, Minggu (22/3/2026). Lonjakan volume kendaraan akibat silaturahmi warga dan awal arus balik membuat arus lalu lintas tersendat hingga berjam-jam, dengan antrean terpanjang mencapai sekitar 4 kilometer.
Peristiwa kemacetan ini terjadi sejak pagi hingga sore hari di beberapa titik krusial, di antaranya Jalur Provinsi Jombang–Ploso, arteri nasional Perak–Bandarkedungmulyo, serta Simpang Tiga Mengkreng. Kendaraan dari exit tol Tembelang menuju pusat kota nyaris tidak bergerak, sementara arus dari arah Surabaya menuju barat menumpuk signifikan.
Kepadatan mulai terasa sejak pagi hari. Di Jalur Provinsi Jombang–Ploso, antrean kendaraan mengular dari exit tol Tembelang hingga Tambakberas. Di arteri nasional Perak–Bandarkedungmulyo, puncak kemacetan terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, didominasi mobil pribadi pelat L dan W yang menuju Nganjuk dan Madiun.
Simpang Tiga Mengkreng kembali menjadi titik paling krusial. Pertemuan arus dari Jombang, Nganjuk, dan Kediri, ditambah perlintasan kereta api di Desa Plosorejo, memperparah penumpukan kendaraan yang sudah padat sejak siang.
Sejumlah pengguna jalan mengeluhkan kondisi tersebut. Kurnia (28), warga setempat, menyebut kendaraan hanya bisa bergerak perlahan. Ia terjebak macet sejak pagi di jalur exit tol hingga Tambakberas.
Hal serupa dialami Handoko (55), warga Sidoarjo tujuan Kertosono. Ia mengaku tertahan lebih dari satu jam setelah keluar dari pintu tol. Sementara Rusman (49), pemudik asal Surabaya, menyebut perjalanan yang seharusnya singkat menjadi berlipat waktu.
“Berangkat pukul 07.30 WIB, sampai sore masih di jalan. Terjebak macet sekitar dua jam, panas sekali,” ujarnya.
Petugas kepolisian yang berjaga di lapangan menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem buka-tutup di sejumlah titik, terutama di persimpangan padat dan perlintasan kereta api. Upaya ini dilakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan yang terus meningkat.
Hingga Minggu siang, arus kendaraan juga masih memadati Jalur Provinsi Ploso–Babat, khususnya di wilayah Kecamatan Ploso hingga Kabuh yang menghubungkan Jombang dengan Lamongan. Pengendara diimbau memantau kondisi lalu lintas melalui aplikasi navigasi serta menjaga kondisi fisik selama perjalanan.(rial)



