Wednesday, October 7, 2026
spot_img
HomeRegionalPemkot MojokertoBimtek OSS-RBA 2026, Ning Ita Tekankan Pelaporan LKPM Harus Faktual

Bimtek OSS-RBA 2026, Ning Ita Tekankan Pelaporan LKPM Harus Faktual

Mojokerto-(satujurnal.com)
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menegaskan pelaku usaha wajib menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) secara benar dan faktual sebagai dasar pengambilan kebijakan ekonomi di Kota Mojokerto. Penegasan itu disampaikan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Online Single Submission – Risk Based Approach (OSS-RBA) sekaligus LKPM tahun 2026 di Balai Kota Mojokerto, Senin (6/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Mojokerto menargetkan tingkat kepatuhan pelaporan LKPM mencapai 100 persen. Pemerintah daerah memperkuat pembinaan, pengawasan, dan verifikasi data untuk memastikan laporan pelaku usaha sesuai kondisi riil di lapangan. “Kami wajib membina, mengawasi, sekaligus memverifikasi data LKPM. Maka pelaku usaha juga wajib melaporkan secara benar dan faktual,” tegasnya

Menurut Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Ika Puspitasari,
data investasi menjadi instrumen penting dalam membaca kondisi ekonomi daerah. Pemerintah membutuhkan data yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan strategis. “Pemerintah itu butuh data. Data investasi ini sangat penting karena menjadi dasar dalam melihat kondisi riil ekonomi daerah,” tuturnya.

Data LKPM yang dilaporkan pelaku usaha akan dianalisis dan disinkronkan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS). Hasilnya digunakan untuk mengukur indikator kinerja seperti pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran, hingga ketimpangan.

Ia menambahkan, pelaporan LKPM merupakan kewajiban yang diatur dalam regulasi, termasuk Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 tentang perizinan berusaha berbasis risiko. Karena itu, pelaku usaha di Kota Mojokerto diminta disiplin dan tertib dalam pelaporan.

Pemkot Mojokerto terus mendorong kemudahan layanan perizinan melalui sistem OSS serta pendampingan intensif bagi pelaku usaha. Upaya ini diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam menciptakan iklim investasi yang sehat.

“Ini adalah kerja bersama. Pemerintah menyiapkan regulasi dan fasilitas, sementara pelaku usaha menjalankan kegiatan usahanya sekaligus melaporkan secara tertib,” kata Ning Ita.

Ia optimistis, jika investasi tumbuh, maka pergerakan ekonomi di Kota Mojokerto akan semakin kuat dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Kalau investasi tumbuh, ekonomi juga bergerak. Pada akhirnya kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat,” pungkasnya.(one/hms)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular