Wednesday, October 7, 2026
spot_img
HomeRegionalKabupaten JombangKonvoi Liar Pesilat di Jombang Picu Kericuhan, Dua Orang Jadi Korban

Konvoi Liar Pesilat di Jombang Picu Kericuhan, Dua Orang Jadi Korban

Jombang-(satujurnal.com)
Kerusuhan konvoi perguruan silat yang berujung bentrokan dan penganiayaan pecah di sejumlah ruas jalan Kabupaten Jombang, Minggu (5/4/2026) sore. Polisi memastikan dua orang dari dua perguruan berbeda menjadi korban, sementara sejumlah pelaku telah diamankan dan puluhan lainnya masih dalam pengejaran.

Peristiwa ini dipicu konvoi massa pesilat usai kegiatan halal bihalal di wilayah Kecamatan Kabuh. Rombongan yang tidak terdaftar sebagai peserta resmi bergerak menuju arah kota, mengibarkan atribut perguruan, hingga memicu gesekan dengan kelompok lain dan warga di sepanjang jalur Ploso hingga Tembelang.

Aksi konvoi yang terekam video amatir dan viral di media sosial menunjukkan rombongan pesilat memenuhi jalan, mengganggu pengguna jalan, hingga terlibat bentrok terbuka. Kericuhan terjadi di beberapa titik, termasuk di Mojosongo dan Jatipelem, yang kemudian menjadi lokasi laporan resmi ke polisi.

Di Jalan Raya Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, situasi memanas saat rombongan pesilat terlibat cekcok dengan warga. Bentrokan pun tak terhindarkan. Polisi yang menerima laporan langsung bergerak melakukan penyisiran dan penindakan di lapangan.

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menyebut kegiatan awalnya merupakan halal bihalal internal yang hanya diikuti peserta dari ranting setempat. Namun, massa dari luar daerah ikut bergabung dan memicu kerusuhan.

“Jadi ada kegiatan halal bihalal, namun pesertanya seharusnya hanya dari ranting setempat, tidak mengundang dari satu kabupaten Jombang. Setelah kegiatan bubar sekitar pukul 16.00, muncul konvoi dari arah Kabuh menuju kota, para penggembira ini mengibarkan atribut masing-masing,” ujarnya.

Menurutnya, dari rangkaian kejadian tersebut muncul bentrokan dengan perguruan lain, yakni Kera Sakti. Polisi menerima dua laporan penganiayaan dari dua lokasi berbeda.

“Dari dua TKP itu masing-masing ada korban. Satu korban dari PSHT dan satu dari Kera Sakti,” kata Dimas.

Polisi juga telah mengidentifikasi sekitar 30 orang yang terlibat dalam video yang beredar. Sejumlah pelaku berikut kendaraan dan atribut telah diamankan sebagai barang bukti.

“Beberapa orang sudah kami amankan berikut kendaraannya dan atribut yang digunakan. Dari video tersebut kami identifikasi ada sekitar 30 orang, dan akan kami jemput satu per satu,” tegasnya.

Saat penangkapan, petugas sempat mendapat perlawanan dari sejumlah pesilat. Meski begitu, polisi memastikan akan terus memburu pelaku lain yang terlibat kerusuhan.

Selain penindakan pidana, polisi juga akan menilang kendaraan yang digunakan dalam konvoi karena melanggar aturan lalu lintas dan mengganggu ketertiban umum.

“Jika hanya pelanggaran ringan bisa tipiring. Namun jika sudah menimbulkan korban, pasti kami tindak tegas. Semua yang terlibat akan kami tangkap,” ujarnya.

Polisi mengimbau seluruh pihak, termasuk pengurus perguruan silat di tingkat cabang dan ranting, untuk ikut bertanggung jawab menjaga ketertiban.

“Perguruan bukan untuk unjuk kehebatan. Ini tanggung jawab bersama untuk menjaga ketertiban,” pungkasnya.(rial)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular